Ditemukan 12 titik Judi berkedok gelper, DPRD ngomong begini untuk Kapolresta

Ditemukan 12 titik Judi berkedok gelper, DPRD ngomong begini untuk Kapolresta

TINJAU LOKASI GELPER - Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Yose Saputra, Selasa (15/08/17) siang, meninjau lokasi Gelper. Politisi Golkar ini mencium aroma dugaan perjudian yang dibungkus dalam Gelper anak-anak tersebut | Beritariau.com2017

Beritariau.com Pekanbaru - Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Yose Saputra, terlihat geram melihat belum adanya tindakan dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru dan Pemko Pekanbaru, dalam menindaklanjuti dugaan perjudian berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) anak-anak.

Kekesalan Yose bertambah usai dirinya melakukan peninjauan di 4 lokasi gelper dari 12 titik yang dikunjunginya di Kota Pekanbaru, Selasa (15/08/17) siang. Disitu, yose bersama awak media langsung melihat bagaimana aktivitas dan modus gelper tersebut berada di tempat tersembunyi.

"Disini (lokasi gelper,red) banyak laporan masyarakat soal adanya tindak pidana perjudian. Ada transaksi hadiah untung-untungan. Kita pantau dan monitor langsung. Ada unsur judi disini (Gelper,red). Kalau Kapolresta tidak mampu menindak, kita minta Polda Riau copot saja," tegas Politisi Partai Golkar ini.

Menurutnya, ada penyalahgunaan izin yang diberikan dalam mengungkap kasus gelper tersebut. Secara kasat mata, gelper itu mayoritas dimainkan oleh orang dewasa padahal izin yang diberikan hiburan anak-anak.

"Coba dilihat sendiri, apa ada anak-anak disitu? Ada 12 lokasi titik dengan pemilik 4 orang pengusaha yang berasal dari Dumai dan Medan," cetusnya.

Disebutkan Yose, kasus arena dugaan judi berkedok gelper ini bukanlah kasus baru. Sebelumnya pada tahun 2012 di Kota Pekanbaru, Polresta Pekanbaru sudah melakukan penyidikan. Dan hasilnya berkas P21 ada unsur perjudian disitu.

"Kita tidak mau ada penyalahgunaan izin disini. Karena jelas ada tawaran hadiah besar dan untung-untungan disini. Kalau polisi tidak mengatakan itu unsur judi, perlu ditinjau lagi jabatannya dalam mengungkap kasus ini," tegasnya.

Yose tak ingin, Kota Pekanbaru yang mermarwah dikotori dengan adanya aktivitas dugaan perjudian berkedok gelper. Sebab menurutnya, ini jelas tidak mencerminkan budaya melayu dan slogan Pekanbaru Kota Madani.

"Ini jelas penyakit masyarakat. Kita minta kaum cerdik pandai dan tokoh melayu bicara. MUI juga bicara. Karena ini (gelper) tidak mencerminkan budaya melayu," pintanya. [bam]