Oknum TNI pukuli Polantas Pekanbaru, Danrem 031/Wirabima minta maaf

Oknum TNI pukuli Polantas Pekanbaru, Danrem 031/Wirabima minta maaf

Brigjend TNI Abdul Karim membwrikan keterangan pers terkait anggotanya yang memukuli polisi dan tersebar di dunia maya. Tentara itu akhirnya ditahan di sel isolasi Denpom 13 Pekanbaru | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Komando Resor Militer 031/Wirabima dalam klarifikasinya menyatakan maaf terkait adanya insiden anggota oknum TNI dari satuan tersebut yang melakukan pemukulan terhadap Polisi Lalu Lintas di Pekanbaru.

"Kami menghaturkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada jajaran polri khususnya jajaran Polda Riau bahwa memang anggota kami ada kesalahan melakukan pelanggaran," kata Komandan Resor Militer 031/Wirabima, Brigjend TNI Abdul Karim dalam konfrensi persnya, Jumat pagi (11/08/2017).

Selain itu, pihaknya juga memohon maaf kepada masyarakat Riau dan seluruh Indonesia yang tekah melihat video pemukulan yang viral tersebut.Dikatakannya lagi bahwa memang perilaku anggotanya itu tidak pada tempatnya.

Saat ini oknum tersebut ditempatkan di sel isolasi Denpom 13 Pekanbaru. Tidak seperti tahanan biasa, tentara itu tangannya diborgol dan kakinya di rantai.

Sebelumnya video oknum Tentara berkelahi memukul helm Polisi Lalu Lintas Pekanbaru di Jalan Sudirman menjadi viral di dunia maya.

Terlihat dalam video tersebut anggota TNI memakai jaket coklat dengan kancing terbuka, namun tetap terlihat baju dinas berwarna hijaunya. Saat berpapasan itu, dia pertama berbicara ke polisi lalu menghardik dengan suara keras kemudian sempat memukul helm polantas.

Reaksi dari Polantas selanjutnya berdiri namun tidak jelas apa yang disampaikannya. Polisi yang mengendarai motor matic warna putih itu duduk lagi hingga akhirnya Anggota TNI itu juga kembali ke sepeda motornya lalu pergi.

Kejadian tersebut kira-kira berdurasi satu menit lebih dengan oknum TNI menggunakan sepeda motor bebek tak pakai spion dan badan kendaraan diwarnai biru langit hingga menghilangkan merek aslinya. Perkelahian itu juga memakan hampir tiga per empat jalan hingga muat satu mobil saja yang bisa melintas.

Tentunya peristiwa itu membuat macet jalan utama Pekanbaru tersebut terlebih lagi waktunya adalah jam sibuk. Ditambah lagi banyaknya masyarakat yang hanya menonton peristiwa tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Kombes Pol Susanto dalam jawabannya menyampaikan kejadian itu dialami anggotanya pada Kamis (10/08/2017) sekitar pukul 17.30 WIB terhadap anggotanya Bripda Yoga Vernando dari Satuan Lantas Polresta Pekanbaru. Saat itu sedang melaksanakan​ patroli di sekitar Jalan Jendral Sudirman tepatnya di depan Plaza Ramayana.

Saat itu Personil Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm. Namun saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur ataupun memberhentikan oknum TNI tersebut.    

Lalu, kata kapolres, oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Selanjut memukul helm (kepala) Bripda Yoga empat kali. 

Kapolres mengatakan Anggota TNI tersebut bernama Wira Sinaga dengan pangkat Serda berdinas di Korem 031/Wirabima. Kapolres menyampaikan bahwa persoalan itu telah selesai karena pihak TNI sudah meminta maaf.

"Sekitar pukul 19.30 wib Kapten Latif (Katim Intel Korem) mendatangi Bripda Yoga untuk meminta maaf terkait insiden tersebut," ungkapnya.[bas]