DPRD: tempat usaha di Pekanbaru menjamur, tapi PAD bocor terus

DPRD: tempat usaha di Pekanbaru menjamur, tapi PAD bocor terus

Ilustrasi

Beritariau.com Pekanbaru - Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani Dewi menyebutkan saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) sering tidak memenuhi target. Tak jarang persoalan ini menjadi perhatian serius dan harus dicarikan solusinya.

"Penegakan Perda tak berjalan maksimal, OPD dinilai lemah dalam mengatasi PAD yang bocor saat ini. Lihat saja banyak persoalan yang baru terungkap setelah dijadikan bahan pemberitaan," kata Roem, kepada wartawan, Rabu (26/07/17).

Menurutnya, penggunaan teknologi tak dimanfaatkan secara maksimal. Tak heran, potensi PAD tak berjalan  dan terdata dengan baik.

"Tempat usaha di Pekanbaru menjamur, tapi PAD bocor terus. Mana ada dampak lemah dan dilemahkan soal PAD," terangnya.

Persoalan dampak merosotnya perekonomian di Indonesia bukan menjadi alasan. Mengingat, investasi di kota Pekanbaru terus berkembang dengan pesat.

"Lihat saja banyak bangunan baru yang megah di Pekanbaru ini, ritel-ritel modern, restoran dan rumah makan terus berkembang. Kemana uang pajak mereka. Itu yang menjadi keanehan," tukasnya.

Politisi PKS ini juga mengungkapkan, sebelumnya sistem perizinan dan pembayaran online, pernah diuji coba oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru. Hasil laporannya sangat fantastis.

"Dalam 5 hari penerapan sistem, uang yang masuk ke kas daerah sangat besar. Ini yang kita bingungkan kenapa bisa dihentikan, dan DPRD hingga saat ini tidak pernah menerima alasannya," pungkasnya. [bam]