Kedapatan bakar lahan, petani Labu di Rohil ditangkap

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rokan Hilir - Perkara kebakaran lahan di Provinsi Riau masih menjadi dilema. Di satu sisi budaya membakar untuk membuka lahan masih kerap dilakukan, namun di sisi lain trauma bencana asap masih menggurita sehingga5 dibutuhkan penegakan hukum yang tegas.
Seperti kebakaran di Rokan Hilir ini, Kepolisian Sektor Bangko melakukan penangkapan terhadap seorang petani yang diduga sebagai pelaku pembakaran lahan di Kepenghuluan Serusa.
Pelaku SA (55) tertangkap tangan sedang mengolah lahan dengan cara membakar menggunakan korek api gas menyalakannya ke rumput dan kering sehingga merambat membakar lahan.
Luas lahan yang terbakar dalam keadaan kering lebih kurang 30 meter x 40 meter atau sekitar satu hektare. Hasil konfirmasi terhadap pelaku SA (55), diakuinya sengaja membakar lahan tersebut dengan tujuan untuk menanam bibit labu.
Penangkapan dilakukan pada Senin (24/7) ketika Bhabinkamtibmas Serusa beserta anggota Polsek Bangko mengecek kebenaran titik panas hasil pantauan satelit modis Terra dan Aqua. Diketahui titik koordinat di Serusa Lat 2,258 Long 100,806.
Dari pelaku diamankan korek api gas, parang, dan potongan dahan dan ranting serta rumput kering dalam keadaan terbakar. Sedangkan pemadaman sisa api tetap dilakukan anggota polisi lainnya dan masyarakat.
"Selanjutnya pelaku beserta barang bukti telah di amankan di Polsek Bangko guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Selasa (25/07/2017).
Sebelumnya pada Senin (24/7) lalu, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi 13 titik panas di Riau. Lima diantaranya berada di Rokan Hilir yang kemudian dicek kebenarannya oleh kepolisian wilayah setempat.
Selain di Serusa Bangko itu, ditemukan juga kebakaran di dua tempat lain namun masih diselidiki pembakar dan pemilik lahannya. Pertama di Kecamatan Bangko Pusako satu titik api di Dusun Balam Utara, Desa Bangko Bakti dengan luas lahan yang terbakar satu Ha.
Kemudian di Kecamatan Pasir Limau Kapas tepatnya di Dusun Darul Iksan Kepenghuluan Panipahan Laut. Luas lahan yang terbakar terbakar lebih kurang dua Ha yang jenisnya semak belukar bergambut.[bas]

