Tuduh gelapkan CPO ratusan juta, Wilmar polisikan ABK

Ilustrasi
Beritariau.com, Dumai, - PT Wilmar Nabati Indonesia termasuk perusahaan besar di Indonesia dimana pemiliknya masuk jajaran orang terkaya di Indonesia. Perusahaan pengekspor minyak mentah sawit atau CPO ini beroperasi di Dumai.
Tentu sebagai perusahaan ekspor, Wilmar menggunakan jasa kapal tanker untuk mengangkut CPO. Transaksi yang besar kadang membuat pihak-pihak yang tergiur banyaknya jumlah rupiah tergoda.
Dalam berbisnis itu seringkali peemasalahan adalah penggelapan baik oleh pihak internal maupun mitra. Seperti yang terjadi pada Wikmar di Dumai ini, pihak Kapal diduga melakukan penggelapan CPO.
Wilmar melaporkan Kapten dan Anak Buah Kapal SPOB Seroja XIV dalam dugaan penggelapan CPO senilai Rp677.312.000 ke Kepolisian Resor Dumai.
"Waktu kejadian Jumat (21/07/2017) pukul 18.00 WIB dan dilaporkan pada Sabtu (22/07/2017) pukul 23.00 WIB. Tempat kejadiannya di Raya Pelintung atau Pelabuhan Kawasan Industri Dumai," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Minggu (23/07/2017).
Dalam Kejadian itu pihak Wilmar mendapat laporan bahwa minyak CPO yang dibawa oleh Kapal SPOB Seroja XIV berkurang. Seharusnya muatan minyak adalah 3650.0,26 Metric Ton, namun hasil penghitungan Wilmar cuman 3565.362 MT.
Pelapor kemudian menanyakan kepada ABK kapal kenapa minyak CPO tersebut berkurang. Lalu pihak ABK menjawab bahwa sebagian minyak tersebut dijual oleh Kapten, dan ABK yang terdiri dari Mualim (penunjuk arah) dan Juru Mudi.
Sebelumnya menurut ABK kapten meminta izin untuk pesiar sebelum kapal bersandar. Atas kejadian tersebut pihak Wilmar Nabati mengalami kerugian Rp677.312.000 dan melaporkan ke Polres Dumai guna pengusutan lebih lanjut.[bas]

