3 lokasi kebakaran lahan dipadamkan tim gabungan di Pelalawan

Lahan terbakar di Kabupaten Pelalawan dipadamkan oleh tim gabungan | Istimewa
Beritariau.com, Pelalawan - Cuaca panas di Provinsi Riau akhir-akhir ini dikhawatirkan menimbulkan titik panas. Jika ada upaya pembakaran lahan, maka bisa menyebabkan dampak lingkungan berupa kabut asap.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi delapan titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Provinsi Riau, Sabtu (22/07/2017) lalu.
"Titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen terpantau menyebar di lima kabupaten Provinsi Riau," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisno.
Kedelapan titik panas yang dideteksi satelit Terra dan Aqua pada Sabtu pagi tersebut terpantau di Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Kampar masing-masing dua titik. Selanjutnya satu titik lainnya masing-masing terpantau di Rokan Hilir dan Kabupaten Siak
Adanya deteksi tersebut membuat Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta tim perusahaan juga masyarakat mamantau dugaan adanya kebakaran.
Dan benar saja, tim menemukan kebakaran pertama berada di koordinat S 00°10'11.4"E 101°50'32.4". Lokasinya di Dusun Toro Jaya Desa Lubuk Kembang Bungo Kecamatan Ukui, Pelalawan.
Jenis lahannya mineral dengan luas kebakaran lahan kurang lebih dua Hektare. Apinya sudah padam.
Kemudian kebakaran kedua di koordinat S 00°11'23.7"E 101°49'35.4" juga masih di dusun yang sama. Jenis lahan juga mineral dengan luas kebakaran satu ha. Operasi ini dipimpin Kepala Kepolisian Resor Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan dan Kepala Kepolisian Sektor setempat.
Selanjutnya, tim gabungan lain juga
pemadaman di Kecamatan Langgam dibawah pimpinan Kapolsek setempat dibantu PT RAPP. Tim melakukan pemadaman Api di titik koirdinat -0.11705 ; 101.53551 di Desa Segati Kecamatan Langgam.
Dari Sabtu malam (22/7) pukul 19.00 WIB sampai dengan saat ini masih dilakukan pemadaman dengan menggunakan mobil tangki air RAPP.
"Kendala dilapangan adalah sulitnya sumber air sehingga saat ini masih dilakukan pedamanan sisa api," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Minggu (23/07/2017).[bas]

