Kondisi Bangunan Membahayakan Jemaah
Kecewa pada Pemkab Siak, Jemaah curhat buruknya pembangunan Masjid Sultan Ismail

Masjid Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah, di Kampung Benteng Hilir (Benhil) kecamatan Mempura Kabupaten Siak | Tribunnews
Beritariau.com, Siak - Jemaah Masjid Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah di Kampung Benteng Hilir (Benhil) kecamatan Mempura Kabupaten Siak, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap hasil pekerjaan pembangunan masjid yang tampak semrawut.
Masjid ini, sempat menjadi kebanggaan warga setempat. Namun, lantaran hasilnya tampak asal-asalanya, mereka merasa kecewa terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Siak yang saat ini dipimpin oleh Syamsuar.
Pasalnya, pembangunan masjid dengan APBD Siak 2015 senilai Rp 6,5 miliar lebih itu tampak sangat kacau.
Selain dibangun sangat pendek, jemaah dan warga sekitar juga disibukkan bila musim hujan tiba. Pasalnya, sejak diresmikan pada Februari 2016 lalu hingga sekarang, atap sering bocor.
Walpaper juga sudah mengeriting, serta sejumlah gypsum retak dan pecah. Begitu juga dengan keramiknya tampak retak.
Selain itu, beberapa petak dinding ventilasi sangat membahayakan, karena dipasang asal-asalan. Dinding ventilasi itu goyang.
Atas kondisi ini, Jemaah khawatir sewaktu-waktu dinding akan amruk dan menimpa siapa saja yang kebetulan berada di bawahnya.
"Kalau hujan dalam sehari, tempias masuk. Kalau sudah berturut-turut sampai 2 atau 3 hari masjid jadi banjir. Sebenarnya, dari hati nurani kami, kecewa dengan Pemkab Siak, dengan kondisi bangunannya yang sangat kacau. Awalnya kami senang, Pemkab membangun masjid disini, tapi kondisinya begini," kata Hasyim, salah seorang jemaah masjid itu seperti dilansir Tribunnews.com, Rabu (24/05/17).
Tidak hanya itu, saat Hasyim membantu membersihkan air yang meleleh di lantai bagian belakang, ia pernah kesetrum listrik. Akhirnya pada dinding itu, jemaah melarang warga atau anak-anak memilih duduk di sana.
"Kami sangat mendukung, kalian para wartawan, memberitakan, foto-foto saja itu," kata dia.
Hasyim dan jemaah yang lainnya, juga mengetahui proyek pembangunan masjid itu sedang ditelusuri Kejari Siak.
"Kami mendengar Kejari telusuri pembangunan masjid ini. Mudah-mudahan terungkap permasalahannya," kata dia. [red]

