Riau Boyong 2 Penghargaan Pada Festival Nasional Seni Pertunjukan 2014

Riau Boyong 2 Penghargaan Pada Festival Nasional Seni Pertunjukan 2014

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com - Provinsi Riau berhasil mengukir prestasi pada 2 dari 6 kategori penilaian pada ajang Festival Nasional Seni Pertunjukan tahun 2014 yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Prof Dr Ahman Sya pada 24 September dan berakhir pada pekan lalu.

Provinsi Riau berhasil meraih prestasi pada kategori Penata Musik Terbaik dan

Sutradara Terbaik. Pada kedua kategori itu, Riau menempati urutan ketiga.

Untuk prestasi Penata Musik Terbaik diperoleh Provinsi Bali, Jawa Timur dan Riau.

Untuk prestasi Sutradara Terbaik diperoleh Kalimantan Selatan, Sumatera Barat dan Riau.

Untuk prestasi Penata Tari Terbaik diraih oleh Kepulauan Riau, Papua Barat dan DI Yogyakarta.

Untuk Penata Busana dan Rias Terbaik diperoleh Bali, Bangka Belitung dan Lampung.

Untuk prestasi Penata Artistik Terbaik diperoleh Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau.

Untuk prestasi Penyaji Terbaik diperoleh Kalimantan Selatan, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Acara yang diikuti sebanyak 18 kelompok seni dari berbagai daerah di tanah air ini bertujuan menampilkan kelompok-kelompok seni pertunjukan terbaik dari berbagai daerah yang emudian akan ditampilkan dalam forum-forum pertunjukan internasional.

Atas kebijakan itu, Prof Dr Ahman Sya berkeyakinan, nama besar Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai seni dan kebudayaan akan terus dikenal di dunia.

Salah satu dampak positif dari kebijakan tersebut, seni pertunjukan yang hidup dan tumbuh dengan bagus disebuah daerah di tanah air, bisa mendorong  daerah itu menjadi destinasi wisata seni pertunjukan.

"Karena itu, setiap tahun pemerintah akan terus menggelar Festival Nasional Seni Pertunjukan di  Jakarta. Tahun ini setelah diseleksi oleh panitia ada 18 daerah yang ikut, tetapi tahun depan, saya berharap seluruh daerah 34 Provinsi di tanah air boleh ikut dan menampilkan beberapa pilihan kelompok seni pertunjukan," ujar Prof Dr Ahman Sya.

Untuk memilih kelompok seni yang terbaik, Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik, Juju Masunah, telah menetapkan 5 pengamat sebagai juri, yakni Eko Supriyanto S.sn.MFA, Dra Setyastuti M.Sn, Nano Riantiarno, Jodhi Yudono dan musisi Eki Puradiredja.

"Mereka telah bekerja keras  dan berhasil memilih sejumlah prestasi terbaik untuk  Penata Tari, Penata Musik, Penata Busana, Penata Artistik, Sutradara Terbaik dan Penyaji Terbaik. Setiap bidang penilaian terbaik ditetapkan penerimanya untuk tiga daerah. Selain itu, kepada para penerima prestasi terbaik, pemerintah memberi penghargaan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga uang pembinaan," ujar Juju Masunah.

Menurut  Eko Supriyanto, juri yang juga dikenal sebagai aktor film serta koreografer klas dunia atas prestasinya yang telah merancang tarian panggung beberapa artis Hollywood, dibanding festival serupa tahun lalu, tahun ini minat kepesertaan lebih banyak. Tetapi, akibat pembinaan yang tidak merata, beberapa daerah yang dikenal sebagai gudang seniman dan banyak seni pertunjukan menarik, malah gagal meraih prestasi.

Daerah yang gagal meraih penghargaan diantaranya Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Utara . "Tahun lalu, Indonesia Timur seperti Papua pulang tanpa membawa penghargaan, tapi tahun ini Papua Barat meraih prestasi penata tari terbaik,” lanjut Eko yang juga dibenarkan beberapa juri lainnya. [red/rgi]