Dampak pemberian IMB terlalu bebas penyebab banjir di Pekanbaru, DPRD: perencanaan tak jelas
BANJIR - Kondisi Banjir di Sekitaran Panam. Luapan banjir ini sudah berlangsung sejak 5 tahun yang lalu saat hujan dengan intensitas tinggi turun | Istimewa
Beritariau.com Pekanbaru - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKB, H Marlis Kasim, menyentil kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru, yang dinilai asal dalam mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sehingga berdampak buruk terhadap tata kota yang menyebabkan banjir di Kota Pekanbaru.
Seperti yang terpantau, Selasa (18/04/17) pagi, hampir di ruas jalan Kota Pekanbaru, digenangi banjir setinggi lutut orang dewasa. Beberapa ruas jalan di Pekanbaru seperti kawasan HR Soebrantas panam, Hangtuah, Jalan Arifin Achmad bahkan Jalan Sudirman (dibawah jembatan Fly Over) pun terlihat dipenuhi genangan banjir akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru.
Bahkan, beberapa kendaraan baik roda dua maupun roda empat, mengalami kerusakan mesin akibat memaksa menerobos masuk ditengah luapan banjir.
Akibat kondisi ini, Marlis menganggap salah satu penyebabnya luapan banjir di Kota Pekanbaru, karena sistem drainase atau pembuangan air ke anak-anak sungai tidak berjalan dengan baik dan tersumbat. Sehingga sebutnya, hujan sebentar langsung banjir.
"Selain itu penyebabnya juga karena pemberian izin mendirikan bangunan oleh Pemko Pekanbaru juga kurang jelas. Perencanaan tak jelas. Sudah dikasih IMB tapi parit atau sumur resapannya tak ada," ucap Marlis.
Kondisi ini, bahkan diperparah dengan pemilik bangunan ruko yang melakukan penimbunan dan pengecoran yang membuat antara drainase lebih tinggi dari badan jalan.
"Jelas banjir, penimbunannya lebih tinggi dari badan jalan, kalau hujan yang dibawah ya banjirlah," cetusnya.
Marlis berharap, peran serta masyarakat diperlukan dalam hal ini. Selain itu, camat lebih intens memberi laporan kepada Pemko Pekanbaru melalui OPD terkait dimana saja kawasan yang rawan dengan banjir.
"Kalau ada laporan dimana kawasan rawan banjir, biar segera ditindaklanjuti, solusinya seperti apa, kalau soal anggaran saya rasa tidak ada masalah, mau besar mau kecil pemerintah harus prioritas," pungkasnya. [bam]

