Gas 3 kilo hilang dipasaran, Warga Pekanbaru ini terpaksa beli gas 5,5 kilo dengan harga tinggi

Gas 3 kilo hilang dipasaran, Warga Pekanbaru ini terpaksa beli gas 5,5 kilo dengan harga tinggi

GAS HABIS - Sejumlah pangkalan yang menjual gas elpiji 3 Kilogram, memasang display kosong | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Hilangnya gas 3 kilogram menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat Pekanbaru. Hilangnya gas subsidi yang diprioritaskan untuk masyarakat miskin itu, disertai dengan kemunculan gas bright ukuran 5,5 kilo.

Hal itu dikatakan warga Tenayan Raya, Leo, kepada wartawan, Rabu (22/03/17). Dia mengaku bingung dengan hilangnya gas 3 kilogram tersebut. Diakuinya, memang gas 3 kilogram dibeberapa pangkalan hingga tingkat pengecer tersedia. Namun, gas berbentuk melon itu dijual dengan harga Rp25 ribu hingga Rp35 ribu dari harga semula Rp20 ribu per tabungnya.

"Pusing mau masak. Gas 3 kilogram langka dipasaran. Mau ngga mau harus pakai gas elpiji 5,5 kilogram edisi terbaru dengan harga tinggi," kata Leo.

Dia sendiri mengaku heran, Pemerintah sejak dulu membuat program subsidi gas 3 kilogram untuk membantu masyarakat kalangan bawah. Munculnya gas bright dengan ukuran 5,5 kilo, menjadi pertanyaan baginya.

"Aneh, kok sekarang gas elpiji 5,5kg yang bayak beredar di pasaran. Terus kemana gas elpiji 3kg perginya," ucapnya terheran.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE mengatakan akan melakukan jadwal pemanggilan dalam waktu dekat dengan pihak Pertamina terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilo gram, dan beredarnya bright gas ukuran tabung 5,5 Kilo gram di Pekanbaru.

"Sebenarnya kita sudah buat surat pemanggilannya, namun karena kegiatan di DPRD sendiri cukup padat, maka kita akan jadwal ulang dan target kita dalam bulan ini juga," Kata Romi.

Dikatakan Romi, Dalam pertemuan nanti pihaknya akan mempertanyakan persoalan kelangkaan gas elpiji 3 kg yang sering mengalami kelangkaan, padahal gas yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu ini sangat dibutuhkan.

Sementara terkait munculnya gas non subsidi atau Bright gas ukuran tabung 5,5 kilogram, menurut Romi lagi seharusnya sudah disosialisasikan jauh-jauh hari.

"Sepatutnya jauh-jauh hari sudah disosialisasikan, jangan tiba-tiba muncul. disurvei dulu apakah sudah layak atau belum tabung gas 5,5 kilogram ini, kalau belum jangan dijalankan dulu," pungkasnya. [bam]