Rivai: Berkat Wartawan Saya Dikenal

Rekam jejak Kombes Rivai Sinambela di Riau: Buru Perampok hingga Bandit Berdasi

Rekam jejak Kombes Rivai Sinambela di Riau: Buru Perampok hingga Bandit Berdasi

Ungkap Penyelundupan Gading Gajah : Direktur Ditreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Rivai Sinambela Saat Jumpa Pers Pengungkapan Kasus Perdagangan Gading Gajah | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Selasa, 21 Maret 2017 adalah hari terakhir Kombes Pol Rivai Sinambela menjabat Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau sebelum menyerahkan jabatan kepada Kombes Pol Johny Edizon Izir pasca terbitnya Surat Telegram Kapolri bernomor ST/671/III/2017 perihal alih tugas alias mutasi.

Sebelum menapaki tugas baru di Lembaga Pendidikan Polri, Selasa sore Rivai menyempatkan diri bercengkerama dengan sejumlah wartawan. Di kesempatan itu, Ia mengaku mengalami banyak suka dan duka selama hampir 3 tahun bertugas di Riau sejak tahun 2014.

Rivai mengucapkan terima kasih banyak kepada wartawan yang ada di Riau, yang telah mengangkat namanya dalam sebuah pemberitaan mengungkap kasus besar.‎‎

Selama menjabat, Rivai telah banyak mengungkap kasus di Polda Riau, diantara beberapa kasus yang terbesar, mulai dari Perampokan, Ilegal Logging, Penyelundupan barang dan hewan, kasus Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) bahkan kasus korupsi.‎

"Kasus-kasus ini terungkap berkat rekan-rekan media juga. Dalam kasus ini juga warga juga dapat mengetahuinya sampai diseluruh penjuru. Terbukti dari kasus ini kita telah mempenjarakan tersangkanya," sambung Rivai.‎

‎Perlu diketahui, di Polda Riau, Rivai mengawali tugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) mulai tahun 2014.

Sikapnya yang blak-blakan dan tegas dalam berbicara ini ternyata tak cuma isapan jempol. Sejumlah perampok yang kerap beroperasi di wilayah Riau berhasil diringkus.

Ia sukses memback up sejumlah pengungkapan kasus perampokan di sejumlah Polres Jajaran Polda Riau. Antara lain yakni, kawanan perampok spesialis Toko Emas di Kampar dan perampok Bank Mandiri di Kabupaten Siak.

Tak hanya itu, Rivai juga rutin menggelar razia premanisme‎ melalui Sub Direktorat III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) yang menjadi andalannya. Kiprahnya memburu perampok kerap menjadi berita andalan di media. Bahkan, ada pelaku yang dilumpuhkan dengan timas panas lantaran berusaha melakukan perlawanan.

Rivai juga tampaknya tak masalah menyibukkan diri dengan mengambil alih kasus pembunuhan yang ditangani Polres maupun Polsek.‎

Ia bahkan pernah turun langsung ke lokasi menghadapi masyarakat untuk mengultimatum para terduga pembakar Kantor Koperasi Unit Desa (KUD) di Desa Terantang Kabupaten Kampar agar menyerahkan diri.

Kariernya di Riau berlanjut. 28 April 2016, melalui ST bernomor ST/1056/IV/2016, Kapolri mempercayakan Rivai sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau. Kali ini, Rivai banyak berburu penjahat berdasi yang rata-rata pelakunya di dominasi kalangan menengah ke atas.

Satu per satu kasus diungkapnya, mulai dari penangkapan ribuan slop rokok tanpa cukai, penyelundupan gading gajah, saber pungli, korupsi dana Bantuan Sosial di Kabupaten Bengkalis dan membongkar kejahatan dana pajak kendaraan dan terakhir menetapkan 2 perusahaan sebagai tersangka dalam kasus karlahut yakni PT Sontang Sawit Permai dan PT Wahana Sawit Subur Indah (WSSI).

Menapaki karier sebagai pemburu penjahat kelas atas, Rivai tak dapat menghindar dari sorotan media. Dimulai sejak terbitnya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) terhadap 15 Perusahaan terduga pembakar lahan hingga foto dirinya bersama sejumlah pengusaha yang lahannya terbakar.

Dalam kontroversi ini, dari hasil penyelidikan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, Rivai dinyatakan bersih total dari tudingan publik. 

Sejumlah aktivis lingkungan bahkan memverifikasi bahwa Rivai tidak terlibat dalam penerbitan SP3 tersebut.

"Berkat rekan-rekan wartawan, nama saya jadi dikenal diseluruh penjuru, termasuk negara tetangga, Singapura. Namun itu tidak terlepas dari kerja sama sebagai seorang mitra yang baik," kata Rivai.‎

‎Rivai juga berharap, kedepannya, selepas bertugas di Riau, hendaknya rekan-rekan media dapat menjalin kerja samanya sampai kapanpun. Meski tidak bertatap muka langsung, nantinya silaturahmi selalu terjaga.

Di hari terakhir bertugas, ‎Rivai membuktikan komitmennya takkan menghentikan kasus karlahut dengan menggelandang Direktur PT WSSI Thamrin Basri ke sel tahanan untuk segera diadili.

"Berkasnua sudah P-21 atau lengkap, kemudian dilakukan penahanan," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Senin sore membenarkan.[red]