149 warga kota Pekanbaru diserang DBD, anggota dewan ini minta Kadiskes "Diparkirkan"

149 warga kota Pekanbaru diserang DBD, anggota dewan ini minta Kadiskes "Diparkirkan"

Ilustrasi

Beritariau.com Pekanbaru - Memasuki pekan ke 10 tahun 2017, sebanyak 149 warga dari 12 Kecamatan di Kota Pekanbaru, diserang penyakit nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dari data yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, hingga minggu ke 10 tahun 2017 ini, 5 kecamatan di Pekanbaru, paling banyak jatuh korban. 

Kecamatan Bukit Raya 32 orang, disusul Tampan 23 orang, Marpoyan Damai 20 orang, Tenayan dan payung sekaki masing-masing 15 orang, kemudian Kecamatan lainnya, Rumbai Pesisir 12 orang, Lima Puluh 9 orang, Rumbai dan Pekanbaru Kota 7 orang, Senapelan 5 orang, Sukajadi 3 orang dan Kecamatan Sail 1 orang. 

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari fraksi Gerindra yang mendengar pemberitaan tersebut, langsung angkat bicara. Dia melihat, dengan data korban sebanyak itu, Fatullah menyebut, ada yang tidak beres dengan kinerja pegawai yang ada di Diskes Pekanbaru. 

Namun, dari pertanggungjawaban itu, Fatullah berharap pucuk pemerintahan kota segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pekanbaru.

"Parkirkan saja Kadiskes Pekanbaru. Banyak yang tidak beres selama dia menjabat," cetus Fatullah.

Seharusnya, Lanjut Fatullah, Diskes bisa berkoordinasi dengan Puskesmas terkait tindakan pencegahan yang harus dilakukan bukan menunggu korban jiwa baru melakukan tindakan.

"Kalau seperti ini terus, saya yakin akan banyak jatuh korban lagi. Tidak ada program yang cetuskan oleh Diskes Pekanbaru menaggapi masalah ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Kadiskes Pekanbaru, Helda S Munir, mengumumkan memasuki pekan ke 10 tahun 2017, sebanyak 149 orang warga di Kota Pekanbaru diserang penyakit DBD. Jumlah ini bertambah 11 kasus dibanding minggu kesembilan yang masih 138 kasus. 

"Kasus DBD di Pekanbaru sudah 149 orang yang terjangkit. Kecamatan Bukit Raya dan Tampan yang tertinggi," ucap Helda, kepada wartawan. [bam]