Tak bayar uang sekolah, anak Rosita di Pekanbaru terancam tak ikut ujian
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Rosita (32) mengaku gelisah dan sedih, kala sekolah tempat anaknya menuntut ilmu pendidikan, memberikan vonis anaknya tidak bisa mengikuti ujian sekolah yang digelar beberapa bulan lagi.
Nasib yang dialami Rosita juga hampir sama dengan wali murid ditempat anaknya menimba ilmu. Para orang tua mengaku bingung dan tidak tahu kemana harus mengadukan persoalan yang sedang dihadapinya.
Mengingat, saat ini tunggakan yang dilunasi cukup banyak mulai dari SPP, uang buku, hingga pelunasan uang masuk yang semua harus dibayar jelang ujian mid semester.
"Saat ini anak kami tidak bisa mengikuti ujian mid semester. Pihak sekolah meminta kami orang tua siswa untuk dapat melunasi segala tunggakan yang ada," kata Rosita, kepada wartawan, Senin (06/03/17).
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, H Zulkarnain SE mendesak pihak sekolah untuk pro aktif menyelesaikan persoalan yang ada saat ini.
Dia meminta sekolah-sekolah swasta ataupun sekolah negeri mengizinkan terlebih dahulu anak-anak yang telat dalam pembayaran atau belum sanggup untuk pelunasan untuk dapat mengikuti ujian terlebih dahulu.
"Siswa-siswa yang menunggak pembayaran harus diberikan hak untuk mengikuti ujian. Jika tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian, ini jelas tidak diperbolehkan," ungkap politisi PPP ini.
Dia juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, membuat semacam surat edaran dan himbauan mengizinkan pihak sekolah negeri atau swasta agar siswa dan siswi harus ikut dalam ujian tanpa terkecuali.
"Jangan karena kejadian seperti ini (tidak bayar tunggakan,red) menghambat pendidikan anak-anak, masih banyak solusi yang bisa dicari, dan sekolah harus memiliki kebijakan itu," tutupnya. [bam]

