WWF dan Dubes Norwegia Bantah Berikan Dukungan pada APRIL
Greenpeace Siarkan Foto PT SRL Masih Menggarap Kayu di Hutan Gambut

Kondisi Hutan Gambut Yang Didokumentasikan Oleh Greenpeace Pada Mei 2014 lalu yang dilansir di www.greenpeace.org | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru – Organisasi lingkungan Greenpeace di Indonesia mengungkapkan bahwa PT Sumatera Riang Lestari (SRL) yang diketahui sebagai pemasok kayu ke perusahaan kertas PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) masih melakukan penebangan kayu di hutan tropis dan gambut di di Pulau Padang, Kabupaten Meranti Provinsi Riau. Padahal, seperti diketahui, bahwa kondisi areal gambut tersebut mudah terbakar.
Seperti dilansir dari situs resmi www.greenpeace.org, Zulfahmi selaku Juru Kampanye Greenpeace Asia Tenggara mengungkapkan telah melakukan riset melalui foto -foto yang diambil pada akhir Mei 2014 bahwa pembukaan hutan hujan tropis dan gambut masih berlangsung di dalam konsesi PT RAPP merupakan kelompok usaha Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) yang tergabung dalam grup Raja Garuda Mas (RGM) .
Zulfahmi, menilai APRIL Group tidak konsisten dalam menerapkan kebijakan mereka. Menurutnya, perusahaan telah berjanji tak akan mengembangkan lahan bernilai konservasi tinggi (HCV) berdasarkan pada penilaian independen yang ditinjau ulang oleh High Conservation Resource Network (HCVRN). Kebijakan itu dibuat mengacu pada Kebijakanan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Sustainable Forest Management Policy).
“Bulan Mei, kami mengunjungi salah satu konsesi RGE/APRIL di Pulau Padang, Sumatera. Perusahaan ini telah mengklaim bahwa mereka melindungi hutan dengan nilai konservasi tinggi sejak tahun 2005 – tapi nampaknya hutan alam di rawa gambut ini (tempat penyimpanan karbon yang sangat besar) tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam ‘penilaian’. Setidaknya kami menganggapnya demikian karena APRIL menolak membuatnya menjadi penilaian publik. Tapi sudah jelas mereka tidak memasukan perlindungan untuk kawasan hutan semacam ini,” ungkap Zulfahmi melalui artikel yang ditulis pada tanggal 08 Juli 204 yang berjudul ‘Enam Mitos Yang Dilanggar Oleh Perusahaan Penebang Kayu Ini’ di situs resmi Greenpeace.
Berikut foto kondisi hutan yang berhasil dikumpulkan Greepeace :
Bahkan dalam sebuah situs lingkungan hijau yang pernah menjadi nominator Communicator Perubahan Iklim Tahun Award oleh George Mason University, mongabay.co.id, APRIL terus mengklaim bahwa mereka mendapat ‘dukungan kuat’ dari WWF dan pemerintah Norwegia untuk kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan. “Namun, WWF dan Duta Besar Norwegia membantah. Mereka tidak mendukung kebijakan ini,” kata Zulfahmi dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa (08/07/2014).
Disebutkan juga, bahwa Greenpeace juga mendokumentasikan bukti kebakaran luas pada kebun penyuplai kayu lain, yakni di konsesi PT Sumatra Riang Lestari (PT SRL) di Pulau Rupat, Riau. Menurut analisis Greenpeace, titik api ditemukan 3,5 kali lebih banyak pada gambut yang telah dihancurkan perusahaan seperti APRIL daripada gambut yang tidak dibuka. [man]

