Remaja yang Tega Gorok Leher Ayah Kandungnya Ditangkap, Rupanya ini Alasannya!

Beritariau.com, Bagansiapiapi - Akhirnya, Kepolisian Resor (Polres) Rohil, Provinsi Riau, berhasil meringkus RA, remaja yang tega menggorok leher ayah kandungnya hingga tewas bersimbah darah di rumahnya, di Jalan Makmur, Kelurahan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil .
Kapolres Rohil, AKBP Hendri Posma Lubis, dikutip dari GoRiau.com, Rabu (21/12/2016) pagi, membenarkan soal ditangkapnya remaja berumur 20 tahun tersebut, yang tak lain anak kandung dari korban, Kamaludin, alias Kamal.
"Dia kita tangkap di daerah Labura, Sumut," sebut Hendri.
Menurut pengakuannya, RA nekat membunuh bapaknya (Kamal) karena kesal sering dimarahi. Puncaknya ketika Rj ditegur ketika tengah asyik minum tuak di rumahnya, malam sebelum aksi pembunuhan terjadi. "Dia tersinggung, dan merencanakan pembunuhan," kata Kapolres Rohil.
Atas perbuatannya, Rj pun dijebloskan ke sel Mapolsek Bangko, Kabupaten Rohil, dan terancam diganjar hukuman berat atas perbuatan kejinya itu. Aparat berwajib juga menyita sebilah parang yang dipakai pelaku buat menggorok leher ayahnya Kamal saat tengah terlelap tidur.
Diberitakan sebelumnya, Kamal ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar oleh istrinya, Jumat (16/12/2016) dini hari lalu. Pria 46 tahun itu tewas dengan luka menganga bekas gorokan di leher. Peristiwa itu sempat membuat warga c geger.
Sebelum mendapati sang suami dalam kondisi tak bernyawa, Kamal dan Rj sempat terlihat minum tuak di ruang tamu rumah mereka. Ketika itu sang istri sempat menegur mereka. Teguran ini lah yang membuat Rj dendam, lalu melampiaskannya dengan membunuh bapaknya sendiri.
Sebelumnya, pada Jumat (16/12/2016), Kamaluddin alias Kamal ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar oleh istrinya, Sumiyati. Pria umur 46 tahun meninggal dalam kondisi tragis, dengan luka menganga bekas gorokan di leher.
Informasi yang dihimpun dari Polres Rohil menyebutkan, sebelum sang suami tewas, Sumiyati sempat menegur Kamal pada Kamis malam saat sedang minum tuak bersama anak lelakinya, RA di rumah. Namun teguran tersebut tidak direspon Kamal dan RA.
Sumiyati, pergi tidur ke ruang tamu dan mengaku tidak tahu lagi kejadian apa-apa, hingga dini hari. Saat itu, Sumiyati terbangun dan hendak ke kamar mandi. Namun ia justru mendapati suaminya tewas bersimbah darah di kamar. [red]

