Dituduh Maling Buah Sawit

Keroyok Petani hingga tewas, 3 Satpam PT SAM II Rohul ditahan

Keroyok Petani hingga tewas, 3 Satpam PT SAM II Rohul ditahan

ilustrasi

Beritariau.com, Rohul - Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu mengamankan 3 petugas Satpam atau sekuriti perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sumber Arum Makmur (SAM) II yang berlokasi di Kelurahan Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam.

Mereka ditahan pasca ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga kuat menganiaya seorang petani bernama Lusner Nadeak (43), warga Desa Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar saat memanen buah kelapa sawit areal yang sedang bersengketa dengan perusahaan tersebut.

Lokasi ini, merupakan perbatasan antara dua kabupaten tersebut. Di areal ini, masyarakat sekitar dan PT SAM II saling mengklaim sebagai pihak yang berhak.

Disinilah, Bapak dari 5 orang anak itu dituduh mencuri dan dianiaya secara sadis hingga tewas. Ia meregang nyawa di tangan 3 satpam itu pada Jumat (26/11/16) pagi lalu sekira pukul 11.30 wib, tepatnya di areal Blok A PT SAM II.

Ketiga satpam itu, yakni AL (19), warga Desa Sungai Kuti-Kunto Darussalam, SS (27), warga Perumahan Kebun Rayond C PT SAM II dan ES (26), warga Barak Rayond A PT SAM II.

"Ketiga tersangka sudah ditahan," jelas Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Rabu (30/11/16).

Dijelaskannya, saat ditangkap, Lusner digelandang oleh satpam ke Pos dan disitulah diduga dipukuli, hingga akhirnya tewas.

"Diduga saat itu terjadi pemukulan hingga LS akhirnya tewas. Kasus ini masih kita usut. Tapi menurut pengakuan tersangka, korban sempat melakukan perlawanan," jelas Guntur.

Awalnya, lanjut Guntur, Lusner merupakan warga Kampar berangkat dari rumahnya menuju kebun yang berbatasan dengan Kabupaten Rohul.

Karena yakin lahan itu merupakan milik kelompok tani dan dirinya, Lusner memanen TBS sawit. Kegiatan Lusner saat itu diketahui pihak PT SAM II.

Lantaran diduga ilegal, perusahaan mengirimkan beberapa satpam untuk mengamankan pelaku dan berniat menyerahkannya ke polisi.

"Menurut pengakuan satpam yang sudah diamankan, korban melakukan perlawanan hingga terjadi perkelahian," kata Guntur.

Menurutnya, pihak Polres Rohul telah berkoordinasi dengan Polres Kampar untuk menenangkan situasi.‎ Pasalnya, akibat konflik yang tak selesai selama ini, hampir terjadi bentrok fisik antara kelompok tani di lokasi itu dengan petugas keamanan perusahaan.

Dan, akibat kejadian ini, personil dari dua Polres itu diturunkan untuk mendinginkan situasi.

Dilanjutkannya, dari pemeriksaan sementara di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Lusner mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya. Namun demikian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan otopsi.

"Ketiganya pasti akan ditindak tegas," pungkas Guntur. [red]