Disebut Putra Daerah Asli

BISA: Jika terpilih, wilayah pinggiran Pekanbaru akan dilebur jadi kota wisata sejarah dan budaya

BISA: Jika terpilih, wilayah pinggiran Pekanbaru akan dilebur jadi kota wisata sejarah dan budaya

SELFIE - Warga Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh, Selfie Bersama Calon Wali Kota Pekanbaru 2017-2022 H Dastrayani Bibra Msi | Beritariau.com 2016

Beritariau.com, Pekanbaru - Calon Wali Kota Pekanbaru 2017-2022, H Dastrayani Bibra, berjanji akan menyatukan tiga wilayah kecamatan pinggiran yakni senapelan, Lima Puluh dan Rumbai pesisir, menjadi kota wisata sejarah dan budaya.

Bibra yakin dan optimis, 3 wilayah kota pekanbaru yang selama ini terasingkan dan belum pernah tersentuh serta mulai pudarnya nilai sejarah dan budaya itu, akan dikembalikan bila dirinya terpilih dan didaulat menjadi Wali Kota Pekanbaru dengan dukungan penuh dari masyarakat.

"Kita membangun pekanbaru itu dimulai dari sejarah kota ini berdiri, ya tempatnya di daerah pesisir. Makanya kita siapkan segala mentalitas dan menjadikan nantiny wilayah senapelan limapuluh dan rumbai pesisir jadi kota wisata, sejarah dan budaya. Segala pernak pernik dan keaslian budaya harus dipertahankan," ucap Bibra didampingi wakilnya H Said Usman Abdullah, dalam pidato kampanye dialogisnya, Senin, Sore, Kemarin, di Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh.

Sebagai orang asli dari daerah Kota Pekanbaru, dia menyebut lebih memahami karakter orang Pekanbaru dan tahu betul apa yang diperlukan masyarakat Kota Pekanbaru. Maka dari itu, mereka berjuang untuk maju dan menang, meskipun langkah awal mereka sudah ada upaya penghadangan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Untuk mendapatkan nomor 5 ini cukup sulit, kita sudah bersama-sama berjuang. Akibatnya kita terlambat 3 minggu dari yang lain untuk ditetapkan sebagai pasangan calon. Tapi tak mengapa, kita ambil hikmahnya saja. Banyak berhubungan dengan nomor 5 ini, kami disahkan sebagai calon pada tanggal 5 November 2016 lalu setelah sidang sengketa di Panwaslu. Angka 5 sepertinya memang disediakan untuk kami," terang Bibra.

Pasangan berjuluk BISA (Bibra-Said) ini disebut-sebut sebagai pasangan ideal dan kolaborasi yang sangat baik. Dimana, Bibra merupakan birokrat tulen dari Kota Pekanbaru, sementara Said merupakan politisi yang sudah berpengalaman lebih kurang 15 tahun di legislatif Kota Pekanbaru dan menjadi Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Saya sendiri sudah 15 tahun di legislatif DPRD Kota Pekanbaru. Sementara beliau (Bibra) 32 tahun di birokrat mulai dari Lurah hingga Asisten dan Staf Ahli di Pemko Pekanbaru, dengan pengalaman ini, kami yakin bisa menjalankan bila masyarakat Pekanbaru memberikan amanahnya kepada kami," kata calon Wakil Wali Kota Pekanbaru, H Said Usman Abdullah.

Apabila dipercaya oleh masyarakat mereka berjanji dan akan bersungguh-sungguh tidak akan pernah mengkhianati maayarakat Kota Pekanbaru. Janji itu akan dilaksanakannya dengan membuat program yang telah disiapkan.

"Semuanya memiliki satu harapan di kota pekanbaru untuk jadi lebih baik dan dikenal kota lain. Makanya, begitu kami terpilih, hari itu juga kami kembalikan kota pekanbaru menjadi kota bertuah," paparnya.

Sementara, tokoh masyarakat Lima Puluh, H Rusli Zainudin, dalam sambutannya mengatakan bahwa selama ini, belum ada calon asli putra daerah Kota Pekanbaru. Dia mengaku senang ketika pasangan BISA didaulat bertarung memperebutkan kursi Pekanbaru 1.

"Sebagai putra daerah asli pekanbaru, ketika terpilih nanti, kami berharap daerah pesisir dan pinggiran yang mayoritas dihuni orang melayu, pembangunannya lebih terfokus lagi, karena selama ini masyarakat pinggiran posisinya terbelakang," tutupnya. [bam]