Ojek online masuk di Pekanbaru, begini tanggapan DPRD
Ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Angkutan transportasi ojek online mulai beroperasi di Kota Pekanbaru. Layanan ojek online dengan nama "Koujek" yang melayani jasa transportasi dan transportasi umum tersebut, berkantor di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru. Operasional "Koujek" sendiri, dimulai dari mulai pukul 09.00-21.00 WIB
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga SE, mengatakan, keberadaan ojek online saat ini di Kota Pekanbaru, perlu ditinjau ulang. Sebab, kebutuhan tentang ojek online ini belum terlalu mendesak di Kota Pekanbaru.
"Belum pantas (ada ojek online,red). Karena kota kita ini sudah banyak ojek tradisional yang berada di persimpangan jalan," kata JR Sinaga, kepada wartawan, Senin, (21/11/16).
Selain itu disebutkan politisi PDI P itu, kehadiran dan kebutuhan untuk ojek online saat ini tidak sesuai dengan pertumbuhan kota Pekanbaru. Karena dengan jumlah penduduk pekanbaru diangka 1 juta penduduk berbeda dengan jumlah penduduk di jakarta diangka 2,5 juta penduduk.
"Sekarang ini, untuk kendaraan roda dua, masyarakat pekanbaru sudah memiliki kendaraan sendiri. Pekanbaru ini tidak terlalu macet, tidak sama seperti di Jakarta," ucapnya.
Dia juga meminta masuknya jasa ojek online di Pekanbaru saat ini, perlu ditinjau ulang. Terutama persoalan izin operasionalnya dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru.
"Ini (ojek online,red) harus dikaji dulu, apa sudah layak atau tidak. Pemko harus bersikap tegas. Kalau disamakan dengan kota jakarta, saya kurang setuju," paparnya.
Selain itu kehadiran ojek online di Pekanbaru menurutnya, bisa membunuh dan mematikan usaha ojek-ojek tradisional dari masyarakat Pekanbaru. Masuknya ojek online itu katanya, jelas berdampak buruk dan menimbulkan gesekan sosial di masyarakat.
"Jangan nanti kehadiran ojek online ini menjadi polemik. Kita tidak ingin masyarakat terlibat konflik. Apalagi angkutan massal trans metro kan sudah ada. Kita minta pemerintah bijak menyikapi ini," pungkasnya. [bam]

