Hilang Dua Hari, Jasad Pelajar SMP Ditemukan Mengapung di Sungai

Beritariau.com, Pangkalan Kerinci - Setelah dinyatakan hilang sejak Jumat (11/11/2016) lalu, jasad AK (16), seorang pelajar Sekola Menengah Pertama akhirnya ditemukan dalam mengapung di permukaan sungai, Minggi (13/11/2016).
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Herman Pelani SH mengatakan, tubuh remaja ini mengapung di permukaan sungai, tepatnya di bawah jembatan yang menghubungkan ke Rumah Sakit Selasih jalan Hangtuah desa Makmur kecamatan Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan, Riau.Â
Jenasah pertama kali ditemukan M Saleh (52) warga setempat yang saat itu akan berangkat bekerja dan melewati jembatan Selasih. Melihat sesosok mayat yang terapung di sungai, Saleh beserta masyarakat setempat melaporkan ke pihak kepolisian. Petugas lalu mendatangi Tempat Kejadian Perkara dan mengevakuasi mayat untuk dibawa ke RSUD Selasih.
"Sesampai di RSUD Selasih, ibu korban datang dan mengakui bahwa jenazah itu merupakan anak kandungnya," kata Herman.
‎Polisi melakukan permintaan visum mayat, ‎dari hasil pemeriksaan visum luar dan hasil keterangan sementara dari dokter RSUD Selasih, bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Diperkirakan bahwa korban sudah tidak bernyawa lagi selama 1 hari akibat banyaknya air yang masuk ke dalam tubuh korban. Pihak kelurga korban menolak untuk dilakukan outopsi, Selanjutnya terhadap korban akan dibawa ke kampung halaman di Taluk Kuantan kabupaten Kuantan Singingi.
"Petugas telah membuat surat pernyataan penolakan dilakukan outopsi dari pihak keluarga korban.‎ Namun, penyidik tetap bekerja menyelidiki kasus ini," pungkas Herman.
Dijelaskan Herman, sebelumnya korban dinyatakan hilang pada Jumat (11/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika itu, korban berangkat bersama dengan 5 orang temannya untuk mencari ikan laga di lokasi BTN Lama.
"Lalu pada pukul 18.00 WIB, 5 orang temannya tersebut pulang rumah sedangkan korban tidak kembali," ujar Herman.
Tak ayal, keluarga korban bertanya kepada 5 orang temannya. Lalu mereka mengatakan korban dijemput oleh 1 orang temannya di BTN Lama dengan menggunakan sepeda motor merk Beat warna hitam.
"Berdasarkan keterangan 5 orang teman korban tersebut, korban langsung pergi dengan teman korban yang lain dan menjemput korban dengan menggunakan sepeda motor honda beat warna hitam," kata Herman.
Selanjutnya setelah lebih dari 1 hari korban tidak kembali pihak keluarga melaporkan orang hilang ke Polsek Pangkalan Kerinci. Selain melapor ke polisi, keluarga juga berusaha mencari keberadaan korban dibantu warga lainnya. [red]

