Inginkan putrinya jadi calon dokter, duit Rp150 juta malah melayang
.jpg)
ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Demi mewujudkan putrinya jadi calon dokter dengan menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau, YJ (58), seorang karyawan swasta, warga Kelurahan Balik Alam Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, nekat mengambil jalan pintas.
Ia pun menggelontorkan uang sebesar Rp150 juta kepada seorang oknum calo berinisial Fd yang mengaku mampu meloloskan putrinya itu menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran itu.
Alhasil, impian itu kandas. Putrinya gagal lolos, uangnya pun tak dikembalikan Fd. Tak terima, YJ pun melaporkan hal tersebut ke Polresta Pekanbaru.
"Uang itu diambil oleh terlapor (Hj Fd) di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru pada Kamis (16/06/16) lalu," tutur YJ dalam keterangannya ke kepolisian.
Dugaan penipuan ini bermula ketika Fd meminta uang sebesar Rp275 juta untuk meloloskan putri YJ. Namun, YJ hanya bisa menyanggupi uang sebesar Rp150 juta.
Keduanya pun sepakat membuat perjanjian. Dengan catatan, bila anak korban tak lulus, maka uang Rp150 juta itu akan dikembalikan.
Akhirnya, Rabu 15 Juni 2016, YJ menyerahkan uang tersebut kepada Hj Fd. dan, Putri YJ pun kemudian mendaftar dan mengikuti tes seleksi.
Hasil seleksi keluar. Ternyata putri YJ tak lulus menjadi mahasiswi di Fakultas yang didambakannya itu. Saat ditagih, uang itu pun tak dikembalikan Fd.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Arinato, membenarkan adanya laporan penipuan itu. "Laporan ini tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Bimo, Jumat (14/10/16). [red]

