Rawan Kecelakaan

Disnaker Pekanbaru minta crane tower tak dioperasikan di jam sibuk

Disnaker Pekanbaru minta crane tower tak dioperasikan di jam sibuk

Crane Tower berukuran raksasa di persimpangan Jalan Soekarno Hatta-Tuanku Tambusai (Depan Mall SKA) Pekanbaru. Keberadaanya mengganggu masyarakat yang melintas di areal tersebut | Beritariau.com 2016

Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah melakukan kajian dan pertemuan antara pihak pengembang dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru, keberadaan crane tower di persimpangan Jalan Tuanku Tambusai-Soekarno Hatta (depan Mall SKA) Pekanbaru, tidak dioperasikan pada jam sibuk.

"Prosesnya tetap diminta untuk digeser agak kedalam. Karena persoalan sekarang itu adalah aspek psikologis masyarakat," kata Kepala Disnaker Kota Pekanbaru, Johnny Sarikoen, kepada wartawan, Rabu, (5/10/16).

Untuk pergeseran sebutnya, ada beberapa cara yang dilakukan oleh pihak pengembang, salah satunya dengan cara beton penyeimbangannya dibungkus. 

"Gunanya agar tidak secara nyata mempengaruhi psikologis masyarakat yang berada di bawah ketika melihat keatas," tuturnya.

Solusi itu, sudah disampaikan kepada perusahaan pengembang. Bahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi ulang dan meminta menggelar ekpos soal kondisi kondisi crane tower.

"Mereka sudah ekspos dan digambarkan bahwa crane tower mereka itu pabrikan dan kita juga sudah ujicoba kekuatan bebannya. Tidak ada masalah," paparnya.

Selain itu, dihimbau agar kontraktornya, saat dijam-jam sibuk jangan dioperasikan. Di Jakarta, Balik Papan, dan Medan, itu hampir semuanya memakai area publik, tidak ada masalah memang. 

''Cuma jika terjadi kecelakaan ini yang dikhawatirkan, dan ini kaitannya dengan psikologis masyarakat juga,'' ungkapnya.

Ditegaskan Johnny, kalau terjadi kecelakaan akibat dari proses pembangunan itu, maka disebutkannya, menjadi tanggungjawab penuh pihak kontraktor. 

"Karena memang perusahaan itu sudah mempunyai ahli K3, mereka punya tanggungjawab itu, bisa-bisa sertifikatnya dicabut,'' tegasnya. [bam]