Catatan BPS Sejak Januari 2016

Tahun 2016, ekspor CPO & Minyak Bumi di Riau turun drastis

Tahun 2016, ekspor CPO & Minyak Bumi di Riau turun drastis

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Nilai ekspor Minyak Kepala Sawit atau Cruide Palm Oil (CPO) dan minyak bumi yang merupakan sektor unggulan Riau terus menurun akibat melemahnya perekonomian global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor minyak bumi melemah 30,52% sepanjang Januari-Agustus 2016 dibandingkan tahun lalu (year of year/ y o y).

Tercatat, nilai ekspor minyak bumi hanya mencapai USD1,7 juta selama 8 bulan. Padahal, tahun lalu, nilai ekspor minyak bumi mencapai USD2,5 juta.

‎"Hal ini disebabkan turunnya harga minyak dunia dan perekonomian global," kata Kepala BPS Riau Aden Gultom, Selasa (04/10/16) kemarin.

Diketahui, Riau merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi.

BPS sendiri mencatat, peran eksor minyak bumi Riau terhadap nasional mencapai 21%. Riau memiliki 8 blok migas yang terdiri dari Coastal Plain Pekanbaru, Malacca Strait, Kuantan Mountain, Rokan, Kampar, Siak, Selat Panjang dan Lirik. ‎Sementara itu, nilai ekspor CPO selama 8 bulan menurun 15% secara y o y.

BPS juga mencatat nilai ekspor CPO hanya USD4,0 juta. Tahun lalu, ekspor minyak mentah tercatat USD4,7 juta.

Kontribusi ekspor CPO Riau tehadap nasional mencapai 60,52% dan merupakan daerah penghasil terbesar. Riau memproduksi 6,5 juta ton CPO selama setahun. Sementara itu, ekspor bubur kertas (pulp) tercatat menurun 12% dari USD851.000 menjadi USD790.000 di periode yang sama.

Namun, ekspor kertas karton justru meningkat 6% dari USD811.000 menjadi 863.000. Riau memiliki 2 industri besar di bidang kehutanan yaitu Sinar Mas Grup dan APRIL Group.

"Tujuan ekspor kedua komoditas itu antara lain Malaysia, Cina, Ameroka Serikat, Eropa, Singapura, India dan lainnya," kata Aden Gultom. [red‎/bisnis]‎