Diperkosa Tetangganya, Mahasiswi di Kampar Terancam Gagal Wisuda

Beritariau.com, Kampar - Seorang mahasiswi asal Kampar terancam gagal diwisuda karena masih didera trauma hebat, setelah diperkosa oleh tetangganya sendiri.
"Korban merasa trauma dan enggan melanjutkan akhir perkuliahannya. Padahal, jika dilanjutkan korban akan diwisuda," ujar Yusri, salah satu keluarga korban Selasa (20/9/2016).
Dijelaskannya, perbuatan bejat ini terjadi pada Sabtu (10/9/2016) lalu, tepatnya dua hari menjelang hari raya Idul Adha. Korban saat itu baru selesai menjemur pakaian pada pukul 08.00 WIB pagi.
Korban yang tinggal di desa itu, sempat melihat pelaku yang mengintipnya saat menjemur pakaian. Merasa takut, korban pun langsung masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar mandi. Namun peristiwa pahit yang tak diharapkan itu pun terjadi, pelaku tiba-tiba masuk dengan menjebol plafon rumah korban.
"Saat itu korban sedang mandi, dan pelaku M (21) yang menjebol plafon langsung masuk ke kamar mandi dalam kondisi bugil. Korban pun langsung teriak," kata Yusri.
Namun apalah daya, teriakan korban tak didengar tetangga lainya lantaran saat itu kondisi rumah memang sedang sepi. Jarak rumah korban dengan rumah masyarakat lain juga berjauhan. Pelaku mengancam dan membekap mulut korban hingga tak berdaya dan memperkosanya di kamar mandi tersebut.
Setelah diperkosa, korban langsung pingsan. Sedangkan pelaku, kabur meninggalkan lokasi kejadian. Beberapa jam kemudian, adik korban datang dan melihat kakaknya menangis di rumah itu. Korban pun menyuruh adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas kelas 1 itu untuk memanggil keluarga lainnya.
Marah mendengar pengakuan korban, pihak keluarga pun langsung membuat laporan ke Polsek Tambang. Setelah melapor, korban dilakukan visum ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
Meski sudah dilaporkan, polisi belum berhasil menangkap pelaku. Hal itu yang membuat korban semakin trauma.
"Keluarga kami sedang mencari pelaku hingga sampai ke luar daerah," kata Yusri.
Keluarga korban sangat berharap pelaku segera ditangkap. Kondisi korban saat ini sangat trauma dan enggan melanjutkan akhir perkuliahannya.
"Pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus ini sudah kita lakukan. Pelaku masih dalam pengejaran, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera ditangkap," tegas Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata Sik. [pan]

