Pemko Pekanbaru Bentuk Konselor Sebaya, Anak Didik Didorong Berani Bercerita

Pemko Pekanbaru Bentuk Konselor Sebaya, Anak Didik Didorong Berani Bercerita

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan nonformal dengan membentuk Konselor Sebaya. Program ini dirancang agar peserta didik memiliki ruang yang lebih nyaman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sebelum mendapatkan penanganan dari guru maupun orang tua.

Program tersebut diawali melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Konselor Sebaya bagi peserta didik pendidikan nonformal yang digelar di Hotel Furaya, Senin (28/9/2026).

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, pelatihan ini menjadi langkah awal yang menyasar pendidikan nonformal, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Menurutnya, sejumlah peserta didik nantinya dibekali kemampuan untuk menjadi teman tempat bercerita sekaligus membantu mengenali persoalan yang dialami teman sebaya.

"Anak-anak terkadang lebih mudah menyampaikan masalah kepada teman sebayanya daripada kepada orang tua dan lainnya," ujar Markarius.

Ia menjelaskan, keberadaan Konselor Sebaya diharapkan mampu menjadi pintu awal dalam mendeteksi berbagai persoalan yang dihadapi anak di lingkungan pendidikan nonformal.

Namun, peran Konselor Sebaya bukan untuk menggantikan guru, orang tua maupun tenaga yang memiliki kewenangan dalam menangani persoalan anak.

Karena itu, peserta pelatihan juga diberikan pemahaman mengenai batasan peran serta kemampuan mengenali kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Kalau mereka tidak sanggup, tetap harus sampai kepada guru atau orang tua. Sehingga persoalan-persoalan itu bisa diselesaikan," tegas Markarius.

Pemko Pekanbaru menilai penguatan sistem perlindungan anak harus dibangun dari lingkungan terdekat dengan peserta didik. Teman sebaya dinilai dapat menjadi salah satu jalur komunikasi yang membuat anak lebih terbuka ketika menghadapi persoalan.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru memenuhi hak dan perlindungan anak sebagai salah satu indikator dalam mewujudkan Kota Layak Anak.

Markarius menyebut Pekanbaru masih membutuhkan satu tingkatan lagi untuk mencapai predikat Kota Layak Anak Utama. Karena itu, berbagai program yang berkaitan dengan perlindungan, pemenuhan hak dan pemberdayaan anak terus diperkuat.

"Ini bagian yang juga sangat penting untuk salah satu kriteria menjadi Kota Layak Anak Utama. Kami sedang berupaya agar Kota Pekanbaru menjadi Kota Layak Anak Utama di Indonesia," katanya.

Menurut Markarius, pembentukan Konselor Sebaya tidak akan berhenti pada pendidikan nonformal. Program serupa juga akan dikembangkan di lingkungan pendidikan formal sehingga semakin banyak peserta didik memiliki akses terhadap dukungan dari lingkungan sebayanya.

"Kegiatan seperti ini akan kami laksanakan terus, juga untuk pendidikan-pendidikan formal," pungkasnya. (*)