26 Pejabat Kuansing Studi Lapangan ke Tangerang, Dalami Inovasi Pelayanan Publik

Beritariau.com, Tangerang -- Sebanyak 26 pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) mengikuti kegiatan Study Lapangan (Stula) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (1/9/2026).
Puluhan pejabat tersebut merupakan bagian dari 51 peserta PKA yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I (BBPKA-PDN I) Bukittinggi.
Bupati Kuansing H Muklisin melalui Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kuansing, Drs Muradi M.Si, mengatakan keikutsertaan para pejabat tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Kuansing meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya aparatur.
“Kita berharap berbagai kegiatan yang diikuti peserta PKA, termasuk dari Kuansing, dilaksanakan dengan baik. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan kontribusi positif untuk Kuansing ke depan,” ujar Muradi, Rabu (2/9/2026).
Dalam kegiatan Stula, peserta mendapatkan kesempatan mempelajari secara langsung berbagai inovasi dan terobosan yang diterapkan Pemkot Tangerang dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Rombongan didampingi sejumlah pembimbing dari BBPKA-PDN I Bukittinggi, yakni Pramana Wahyu Setiawan, S.Sos., M.Si., Drs Deswan Syam, S.Si., Syamsir Oktaindi, S.Si., M.I.Kom., dan Adam Kurniadi, S.STP., M.A.P.
Rombongan dipimpin Kepala BBPKA-PDN I Bukittinggi, Sarjayadi, S.S., M.AP. Lembaga tersebut sebelumnya dikenal dengan nama PPSDM Regional Bukittinggi di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Setibanya di Balai Kota Tangerang, rombongan diterima Wali Kota Tangerang Drs H Sachrudin yang diwakili Kepala BKP SDM Kota Tangerang, Jatmiko. Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Tangerang.
Setelah audiensi, para peserta kemudian melakukan kunjungan ke sejumlah OPD untuk melihat secara langsung berbagai program dan inovasi yang dijalankan pemerintah daerah setempat.
Beberapa OPD yang menjadi tujuan kunjungan antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Tanaman Pangan, Dinas Sosial, serta Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin).
Kepala BBPKA-PDN I Bukittinggi, Sarjayadi, mengatakan Stula dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran secara teori, tetapi juga dapat melihat penerapan inovasi pemerintahan secara langsung.
“Berbagai praktik baik tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran yang bisa diadaptasi dan diterapkan di daerah masing-masing peserta,” kata Sarjayadi.
Peserta PKA asal Kuansing dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Hevi H Antoni, menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi dirinya dan peserta lainnya.
“Program Stula sudah membuka mata dan pengetahuan kami. Ternyata beberapa daerah di Indonesia, termasuk Tangerang, punya terobosan yang baik di berbagai hal. Ini bisa menjadi acuan bagi kami untuk diterapkan dan dikembangkan ke depannya,” jelas Hevi.
Menurut Hevi, kunjungan langsung ke sejumlah OPD memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja aparatur sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Melalui kegiatan ini, para peserta asal Kuansing diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama Stula untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Pengembangan kompetensi melalui PKA diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas masing-masing pejabat, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi baru serta memperkuat tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kuantan Singingi. (*)

