Perkuat Daya Beli Masyarakat, Pemkab Kampar dan BI Riau Susun Strategi Kendalikan Inflasi

Perkuat Daya Beli Masyarakat, Pemkab Kampar dan BI Riau Susun Strategi Kendalikan Inflasi

Beritariau.com, Bangkinang -- Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau untuk menjaga stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar yang dirangkaikan dengan kegiatan Capacity Building TPID di Ruang Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Kolaborasi untuk Optimalisasi Pengendalian Inflasi” tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. Hadir pula Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau Panji Ahmad, Kepala BPS Kabupaten Kampar Rozalinda, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Menurutnya, dinamika pasar lokal dan tantangan ekonomi global menuntut TPID bekerja lebih proaktif, terukur, dan responsif.

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan komitmen bersama, koordinasi yang solid antara Pemkab Kampar, Bank Indonesia, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan perekonomian daerah tetap stabil,” ujar Ahmad Yuzar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau Panji Ahmad menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat pengendalian inflasi daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Panji memaparkan arah kebijakan dan strategi pengendalian inflasi regional. Ia juga memberikan materi capacity building kepada anggota TPID Kampar sebagai upaya meningkatkan kemampuan dalam memantau ketersediaan stok, memastikan kelancaran distribusi, serta memperkuat komunikasi publik terkait perkembangan harga dan pasokan pangan.

Melalui HLM dan capacity building tersebut, Pemkab Kampar bersama BI Riau dan Forkopimda menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Langkah tersebut antara lain memperkuat kerja sama antardaerah (KAD), mengoptimalkan pelaksanaan operasi pasar murah, serta meningkatkan kualitas dan kecepatan pemantauan data komoditas pangan utama secara real-time.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mengantisipasi gejolak harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok, sehingga masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Dengan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, BI, Forkopimda, dan pemangku kepentingan lainnya, upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Kampar diharapkan semakin efektif sekaligus mampu menopang kestabilan perekonomian daerah. (*)