Bupati Siak Minta Pembenahan RSUD Tengku Rafi’an Dikebut, Empat Sektor Jadi Prioritas

Beritariau.com, Siak — Bupati Siak Afni Z meminta pembenahan RSUD Tengku Rafi’an dipercepat. Empat sektor menjadi perhatian utama pemerintah daerah, yakni pelayanan, keuangan, infrastruktur, serta fasilitas penunjang.
Instruksi tersebut disampaikan Afni saat memimpin rapat evaluasi bersama Dinas Kesehatan dan jajaran RSUD Tengku Rafi’an di Aula RSUD Tengku Rafi’an, Selasa (1/9/2026).
Dalam sektor pelayanan, Afni meminta dilakukan penataan dan pemetaan tenaga kesehatan agar penempatan pegawai dapat lebih dekat dengan keluarga. Pembenahan tersebut, kata dia, perlu dimulai dari tenaga PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu.
"Kasihan kalau yang tinggalnya di Sungai Apit tapi tugasnya di Kandis. Dengan gaji segitu periuk nasinya dua. Saya minta tahun ini itu diselesaikan," ujar Afni.
AMDAL RSUD Harus Segera Diselesaikan
Untuk sektor infrastruktur dan administrasi, Afni menyoroti dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) RSUD Tengku Rafi’an yang disebut belum tuntas sejak 2022.
Ia meminta persoalan tersebut segera diselesaikan agar tidak terus menjadi kendala dalam pengembangan rumah sakit.
"AMDAL harus segera ada. Masalahnya dari tahun 2022 sudah di-warning, harusnya dikerjakan saat itu juga," tegasnya.
Afni juga meminta pengelolaan keuangan rumah sakit diperbaiki. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan parkir RSUD yang diminta dilakukan secara profesional tanpa juru parkir sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, persoalan defisit rumah sakit yang selama ini masih menggunakan pola "gali lubang tutup lubang" diminta segera ditekan.
"Di Desember saya inginnya terminimalisir. Ini kerja berat semuanya, tolong dikawal dengan baik dan saya akan evaluasi lagi misalnya bulan depan," katanya.
Rumah Singgah Ditargetkan Tersedia Bulan Depan
Untuk fasilitas penunjang, Afni menginstruksikan pembangunan rumah singgah bagi keluarga pasien yang berasal dari luar daerah.
Fasilitas tersebut direncanakan memanfaatkan aset milik Pemkab Siak dan ditargetkan sudah tersedia paling lambat bulan depan.
Pemkab Siak juga mendorong pengembangan investasi di sektor kesehatan. Dinas Kesehatan diminta menyiapkan sejumlah proyek strategis yang dapat ditawarkan kepada investor melalui Siak Investor Summit.
Salah satu peluang yang didorong adalah kerja sama pemanfaatan ruang hemodialisis (HD).
Afni menegaskan seluruh instruksi tersebut harus segera ditindaklanjuti dan akan kembali dievaluasi dalam waktu dekat.
Menurutnya, pembenahan RSUD Tengku Rafi’an bukan hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan, tetapi juga menyangkut penguatan tata kelola keuangan dan penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Langkah percepatan tersebut menjadi penting mengingat RSUD Tengku Rafi’an sebelumnya sempat mengalami gangguan pelayanan pada Maret 2026. Saat itu, sejumlah dokter spesialis ASN menghentikan layanan poliklinik akibat persoalan pembayaran uang kelangkaan profesi.
Melalui evaluasi dan pembenahan di empat sektor tersebut, Pemkab Siak berharap RSUD Tengku Rafi’an dapat memberikan pelayanan yang semakin optimal sekaligus memiliki tata kelola rumah sakit yang lebih sehat dan berkelanjutan. (*)

