Bupati Kampar Dorong BUMDes Naik Kelas Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Bupati Kampar Dorong BUMDes Naik Kelas Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Beritariau.com, Bangkinang — Pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu berkembang menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa.

Kecamatan XIII Koto Kampar diproyeksikan menjadi kawasan percontohan atau pilot project dalam pengembangan unit usaha produktif BUMDes berbasis potensi unggulan desa.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat terkait laporan akhir kajian model pengembangan unit usaha produktif BUMDes berbasis potensi unggulan desa di Kabupaten Kampar yang digelar di Ruang Rapat Gulamo Bappeda Kampar, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut mengacu pada surat Bappeda Kabupaten Kampar Nomor 050/Bappeda-V.1/2026/899 tentang pembahasan laporan akhir kajian model pengembangan unit usaha produktif BUMDes berbasis potensi unggulan desa.

Dalam rapat itu hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kampar Febrinaldi Tridarmawan, Camat XIII Koto Kampar Zulfikar, tujuh kepala desa di Kecamatan XIII Koto Kampar, tim terkait serta pendamping manajemen pengembangan BUMDes Kabupaten Kampar Dr H Zulher.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengatakan penguatan BUMDes merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi. Menurutnya, setiap BUMDes harus mampu membaca peluang usaha dan mengembangkan potensi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing desa.

“Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad Yuzar.

Ia menegaskan Pemkab Kampar akan terus memberikan dukungan untuk menciptakan ekosistem usaha desa yang sehat. BUMDes diharapkan tidak sekadar berdiri secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjalankan usaha secara produktif, profesional, dan mandiri.

“Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari desa, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

XIII Koto Kampar Jadi Kawasan Percontohan

Pendamping manajemen pengembangan BUMDes Kabupaten Kampar, Dr H Zulher, mengatakan Kecamatan XIII Koto Kampar memiliki potensi yang cukup besar untuk dijadikan kawasan percontohan.

Wilayah tersebut memiliki beragam sumber daya dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengelolaan BUMDes secara terintegrasi.

Menurut Zulher, pengembangan BUMDes tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan asli desa. Lebih dari itu, usaha desa harus mampu membuka peluang usaha, menciptakan nilai tambah produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan pengembangan BUMDes membutuhkan keseriusan, perencanaan matang, dan tata kelola profesional. Kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, masyarakat, serta berbagai pihak juga menjadi faktor penting agar usaha desa dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Camat XIII Koto Kampar Zulfikar menyambut positif program tersebut. Ia mendorong BUMDes di wilayahnya tidak hanya menjalankan kegiatan usaha rutin, tetapi mampu membaca peluang dan mengembangkan potensi unggulan setiap desa.

Menurutnya, Kecamatan XIII Koto Kampar memiliki kekayaan potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, UMKM hingga pariwisata.

Berbagai potensi tersebut, kata Zulfikar, memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi desa.

“BUMDes harus naik kelas. Jangan hanya menjadi lembaga usaha desa, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Zulfikar.

Ia berharap Kecamatan XIII Koto Kampar dapat menjadi contoh dalam pengelolaan potensi desa secara profesional sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pengembangan BUMDes yang berbasis potensi lokal menjadi langkah strategis untuk mewujudkan desa yang mandiri, produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Zulfikar menilai keseriusan Dr H Zulher dalam mendampingi pengembangan BUMDes menjadi dorongan positif bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan XIII Koto Kampar.

Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat tata kelola usaha, BUMDes diharapkan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru dari desa untuk mendukung Kampar yang lebih maju dan sejahtera. (*)