Disperindag Pekanbaru Waspadai Harga Cabai Melonjak di Tengah Ancaman El Nino

Disperindag Pekanbaru Waspadai Harga Cabai Melonjak di Tengah Ancaman El Nino

Ilustrasi/Net

Beritariau.com, Pekanbaru -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mewaspadai potensi lonjakan harga sejumlah komoditas pangan seiring ancaman fenomena El Nino yang dapat memicu kekeringan dan gagal panen.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai. Jika produksi terganggu akibat kemarau panjang, pasokan cabai ke pasar berpotensi berkurang sehingga mendorong kenaikan harga.

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Yulianis, mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini. Terlebih, harga cabai di pasaran saat ini masih tergolong tinggi.

“Kenaikan harga cabai harus kita waspadai, terutama dalam kondisi kemarau akibat El Nino,” ujar Yulianis, Minggu (23/8/2026).

Saat ini, harga cabai merah di sejumlah pasar Pekanbaru berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Sementara harga cabai rawit mencapai sekitar Rp65.000 per kilogram.

Menurut Yulianis, harga tersebut masih berpotensi meningkat apabila terjadi gangguan produksi akibat gagal panen.

Selain cabai, Disperindag Pekanbaru juga memantau perkembangan harga daging ayam ras. Komoditas tersebut kini berada di kisaran Rp37.000 per kilogram, atau naik sekitar Rp10.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp27.000 per kilogram.

Kenaikan harga ayam ras, kata Yulianis, salah satunya dipengaruhi peningkatan biaya transportasi. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Meski demikian, Pemko Pekanbaru terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga dan pasokan bahan pangan untuk mencegah kenaikan yang lebih tinggi.

“Kami terus memantau fluktuasi harga bahan pangan di pasaran, sekaligus memantau aktivitas distributor pangan terutama ayam ras,” katanya.

Disperindag juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor pangan untuk memperkuat kerja sama dengan para penyedia ayam ras. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya intervensi pemerintah dalam menjaga ketersediaan sekaligus stabilitas harga pangan di Pekanbaru. (*)