Rabiot Jadi Pahlawan, AC Milan Taklukkan Torino 2-1 di Laga Perdana Serie A

Pemain AC Milan Adrien Rabiot merayakan gol dalam laga Serie A antara Torino vs Milan di Turin, Italia, Minggu, 23 Agustus 2026 (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP
Beritariau.com, Turin – AC Milan mengawali Serie A 2026/2027 dengan kemenangan. Bertandang ke Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB, Rossoneri mengalahkan Torino dengan skor 2-1.
Alphadjo Cisse membuka keunggulan Milan pada menit ke-64. Hanya berselang tiga menit, Adrien Rabiot menggandakan keunggulan tim tamu.
Torino sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol spektakuler Che Adams pada menit ke-90+3. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan.
Rabiot menjadi sosok penting di balik kemenangan Milan. Masuk sebagai pemain pengganti, gelandang asal Prancis itu tampil lebih ofensif dan terlibat langsung dalam dua gol Rossoneri.
Milan Kesulitan di Babak Pertama
Milan tampil cukup agresif sejak awal pertandingan meski harus bermain tanpa Rafael Leao yang mengalami cedera. Luka Modric dan Rabiot juga belum dimainkan sejak menit pertama setelah sebelumnya menjalani agenda Piala Dunia.
Peluang emas sebenarnya sudah didapat Milan ketika pertandingan baru berjalan sekitar satu menit. Alphadjo Cisse memperoleh kesempatan dari jarak dekat, tetapi sepakannya hanya mengenai sisi jaring gawang Torino.
Samuel Chukwueze kemudian beberapa kali menjadi ancaman bagi pertahanan tuan rumah. Namun, penyelesaian akhir Milan masih belum mampu mengubah kedudukan.
Pelatih Ruben Amorim akhirnya melakukan perubahan pada babak kedua. Luka Modric dimasukkan dan Rabiot digeser ke posisi yang lebih menyerang untuk menggantikan Ruben Loftus-Cheek.
Keputusan tersebut terbukti tepat.
Rabiot Jadi Pembeda
Milan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-64.
Rabiot mengirimkan umpan lambung ke dalam kotak penalti Torino. Cisse berhasil mengontrol bola menggunakan dada sebelum melepaskan tendangan melengkung yang mengarah ke sudut bawah gawang.
Gol tersebut menjadi gol perdana Cisse di Serie A sekaligus membawa Milan unggul 1-0.
Hanya tiga menit kemudian, Rabiot kembali menjadi pusat perhatian.
Memanfaatkan umpan silang Samuel Chukwueze, Rabiot menyambut bola dengan tendangan voli terukur di tiang jauh. Bola meluncur ke dalam gawang dan membuat Milan unggul 2-0.
Perubahan posisi Rabiot memberikan dampak besar terhadap permainan Milan. Gelandang Prancis tersebut mampu lebih sering masuk ke area berbahaya dan menjadi ancaman tambahan bagi lini pertahanan Torino.
Torino Bangkit di Pengujung Laga
Tertinggal dua gol, Torino mencoba meningkatkan tekanan. Tuan rumah beberapa kali mendapatkan peluang untuk memperkecil jarak.
Alieu Njie sempat membuat Milan beruntung setelah tembakannya hanya membentur tiang. Pietro Comuzzo juga memperoleh kesempatan melalui volley, tetapi penyelesaiannya belum tepat sasaran.
Peluang Torino kembali hadir menjelang pertandingan berakhir. Aboukhlal mendapatkan kesempatan dari jarak dekat, namun tendangannya justru melebar.
Usaha Torino akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-90+3.
Che Adams mencetak gol spektakuler melalui aksi akrobatik setelah memanfaatkan situasi tendangan bebas. Sepakannya membuat bola melambung melewati jangkauan Mike Maignan dan mengubah skor menjadi 1-2.
Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi Torino untuk menyamakan kedudukan. Namun, waktu yang tersisa terlalu singkat.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan AC Milan dengan skor 2-1.
Hasil ini menjadi awal positif bagi Milan di bawah Ruben Amorim. Sementara bagi Rabiot, penampilan tersebut menjadi sinyal bahwa dirinya bisa memainkan peran penting bagi Rossoneri sepanjang musim 2026/2027. (*)

