Hari Ketiga Pencarian, Dua Korban Kapal Pekerja Migran Ditemukan Meninggal

Beritariau.com, Dumai -- Tim SAR Gabungan menemukan dua korban kecelakaan kapal pekerja migran yang tenggelam di perairan Pulau Rupat, Kota Dumai. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga operasi pencarian, Senin (17/8/2026).
Sementara itu, satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh Tim SAR Gabungan.
Kecelakaan terjadi pada Jumat (14/8/2026), ketika kapal speed boat bermesin ganda yang membawa pekerja migran dengan rute Rupat–Malaysia mengalami kecelakaan di tengah cuaca buruk.
Kapal tersebut dilaporkan terbalik setelah dihantam hujan lebat, angin kencang, dan badai di sekitar perairan Pulau Rupat.
Memasuki hari ketiga pencarian, Senin (17/8/2026), Tim SAR Gabungan memperluas area operasi hingga 291 mil laut persegi dengan track spacing 0,5 mil laut.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Korban pertama ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan mengapung sekitar 2,5 mil laut dari lokasi kejadian.
Tak lama berselang, petugas kembali menemukan korban kedua. Korban juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dengan posisi sekitar 11,6 mil laut dari titik lokasi kecelakaan.
Kedua jenazah kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Wilmar Dumai untuk selanjutnya diserahkan kepada tim Inafis guna menjalani proses identifikasi.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan operasi pencarian belum dihentikan. Tim masih berupaya menemukan satu korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Dari data sementara, sebanyak 22 orang tercatat dalam daftar korban, dengan 19 orang selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian,” ujar Budi.
Ia memastikan unsur SAR gabungan akan terus melakukan pencarian dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca serta keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi.
Pencarian korban terakhir menjadi fokus Tim SAR Gabungan dengan memperluas penyisiran di sejumlah sektor perairan yang diperkirakan menjadi lokasi terbawanya korban akibat arus dan kondisi cuaca saat kecelakaan terjadi. (*)

