Real Madrid Tampil Meyakinkan, Mbappe Tajam dan Espi Mulai Geser Endrick

Real Madrid mengalahkan Schalke 3-0 di laga pramusim 2026 (c) Instagram/realmadrid
Beritariau.com -- Real Madrid menutup rangkaian pramusim 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Los Blancos menundukkan Schalke dengan skor 3-0 di Veltins-Arena, Gelsenkirchen, dalam laga yang menjadi pemanasan terakhir sebelum musim kompetisi resmi dimulai.
Kylian Mbappe, Dean Huijsen dan Carlos Espi menjadi pencetak gol kemenangan Real Madrid. Pertandingan ini juga menjadi panggung bagi sejumlah pemain yang baru kembali setelah memperkuat negaranya di Piala Dunia 2026.
Mbappe tampil untuk pertama kalinya setelah mencetak 10 gol di Piala Dunia. Jude Bellingham juga kembali mendapat menit bermain dalam laga tersebut.
Bagi Jose Mourinho, pertandingan di Gelsenkirchen memiliki nilai emosional tersendiri. Stadion Veltins-Arena merupakan tempat dirinya membawa Porto meraih gelar Liga Champions 2004. Kini, stadion yang sama menjadi lokasi terakhir persiapan Mourinho sebelum kembali memimpin Real Madrid.
Mbappe hanya membutuhkan waktu enam menit untuk membawa Madrid unggul.
Gol tersebut lahir dari tekanan tinggi yang diterapkan Madrid ketika Schalke mencoba membangun serangan dari belakang. Mbappe berhasil membaca umpan Ron Schallenberg kepada Loris Karius, merebut bola dan kemudian menaklukkan mantan kiper Liverpool tersebut.
Real Madrid menggandakan keunggulan pada menit ke-20. Dean Huijsen memanfaatkan sepak pojok yang dikirim Arda Guler dan menanduk bola hingga bersarang di gawang Schalke.
Carlos Espi kemudian melengkapi kemenangan Madrid. Ia menyambut umpan silang Alvaro Carreras di tiang jauh untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Selain kemenangan, laga ini juga memberikan gambaran mengenai persaingan pemain di lini belakang Real Madrid.
Carreras tampil solid di posisi bek kiri. Kehadiran Marc Cucurella membuat persaingan di sektor tersebut semakin kompetitif.
Di sisi kanan, Trent Alexander-Arnold juga menunjukkan performa yang memperkuat peluangnya untuk menjadi pilihan utama. Namun, kedatangan Denzel Dumfries membuat Mourinho memiliki opsi tambahan.
Situasi serupa terjadi di jantung pertahanan. Huijsen bermain penuh selama 90 menit, sementara Ibrahima Konate dan Antonio Rudiger berbagi waktu bermain.
Eder Militao diperkirakan baru kembali pada September. Kondisi tersebut membuat Huijsen berpeluang besar tampil sebagai starter pada pertandingan pembuka melawan Espanyol.
Konate dan Rudiger pun harus bersaing memperebutkan satu posisi di samping bek muda tersebut.
Satu perkembangan menarik lainnya datang dari Carlos Espi.
Gol ke gawang Schalke semakin menguatkan posisi Espi sebagai pelapis utama Mbappe. Pemain muda asal Spanyol tersebut telah mencetak dua gol dalam tiga penampilan terakhirnya di pramusim.
Performa itu membuat Espi untuk sementara berada di depan Endrick dalam persaingan mendapatkan menit bermain.
Endrick sendiri tidak dibawa ke Jerman karena mengalami masalah otot. Selain itu, penyerang muda Brasil tersebut belum mencetak gol sepanjang pramusim meski beberapa kali mendapat kesempatan menjadi starter.
Espi bahkan sudah menggantikan peran Endrick dalam dua laga uji coba sebelumnya melawan Deportivo dan Ferencvaros.
Jika mampu mempertahankan performanya, Espi berpeluang menjadi pilihan utama Mourinho ketika Real Madrid membutuhkan tambahan daya gedor dari bangku cadangan.
Kemenangan atas Schalke sekaligus memberi Mourinho sejumlah sinyal positif menjelang dimulainya musim baru: Mbappe kembali tajam, persaingan lini belakang semakin ketat, dan Espi mulai menunjukkan diri sebagai pesaing serius Endrick. (*)

