El Nino Menguat, Riau Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

El Nino Menguat, Riau Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring menguatnya El Nino dan masuknya puncak musim kemarau pada Agustus–September 2026.

Kesiapan tersebut ditegaskan dalam apel bersama Forkopimda dan seluruh unsur terkait di Halaman Mapolda Riau, Senin (10/8/2026). Apel digelar untuk memastikan personel, peralatan, komunikasi, hingga dukungan operasional siap digunakan ketika terjadi kebakaran.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan kondisi cuaca saat ini membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Berdasarkan informasi BMKG, Riau berada dalam fase El Nino kuat yang bertepatan dengan periode kritis musim kemarau.

“Peringatan dini harus segera diterjemahkan menjadi aksi dini,” tegasnya.

Ia meminta seluruh unsur memastikan kendaraan operasional, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, sumber air, serta akses menuju kawasan rawan karhutla dalam kondisi siap.

Menurutnya, keterlambatan penanganan harus dihindari, termasuk akibat peralatan yang tidak berfungsi maupun minimnya informasi mengenai akses menuju lokasi kebakaran.

SF Hariyanto juga menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat. Deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menyebut kondisi yang semakin kering perlu diantisipasi secara terpadu. Pergantian pola angin monsun dari utara menuju selatan turut meningkatkan potensi masuknya udara yang lebih kering dari Australia.

Ia menyebut El Nino yang saat ini sudah kuat berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih ekstrem sehingga kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan.

Berbagai langkah pencegahan, kata dia, telah dilakukan sejak tahap pra-bencana, mulai dari patroli, edukasi masyarakat, imbauan hingga mitigasi struktural dan nonstruktural.

“Semua sudah kita lakukan supaya ada kesadaran bersama untuk menjaga lahan-lahan yang ada di wilayah Riau ini,” ujarnya. (*)