Diprotes Warga, Tapi BLH Rohul Sebut Limbah PT ISB Jernih dan Aman

ilustrasi
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah memastikan limbah yang dibuang oleh perusahaan kelapa sawit PT Indomakmur Sawit Berjaya (ISB) aman.
Limbah tersebut tidak membahayakan pasalnya air limbah yang dibuang ke anak sungai jernih. Selain itu, tidak ditemukan ikan mati oleh perusahaan maupun masyarakat.
Kepala BLH Rohul Hen Irpan, melalui Kasubid Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan BLH Rohul Muzayyinul Arifin, Kamis (1/9/2016) menjelaskan, mengenai debit air yang melimpah di parit di perkebunan warga jernih dan seperti bersumber dari mata air.
Masih menurut Muzayyinul, parit itu dulunya memang untuk aliran limbah domestik atau limbah rumah tangga dari perumahan karyawan PT ISB. Dari situ dialirkan ke parit perkebunan warga Surau Tinggi.
Namun karena ada komplain warga, dibuat penampungan dan limbah domestik dialirkan ke Sungai Batang Lubuh. Namun air yang masuk ke parit perkebunan warga yang dulunya sungai kecil ini tidak boleh ditutup karena mata air dan jernih.
"Kita memastikan, air yang mengalir di parit perkebunan warga bukan limbah perusahaan. Kuat dugaan, air itu limbah rumah tangga dari perumahan milik PT ISB yang ada di lokasi PKS," ujarnya.
Selain itu tidak ditemukan ikan mati seperti apa yang sudah dilaporkan ke BLH. Memang Pada Kamis pekan lalu, warga Surau Tinggi dibikin heboh, karena parit yang dulunya sungai kecil tiba-tiba saja air mengalir cukup deras sementara saat itu tengah kemarau.
Sedangkan Humas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Indomakmur Sawit Berjaya (IMB) Wendi Bachri membantah membuang limbah ke parit perkebunan warga Surau Tinggi, Kecamatan Rambah Hilir, Rokan Hulu (Rohul) pada Kamis (25/8/16) lalu.
Wendi mengakui setelah pihaknya melakukan kroscek ke lapangan dan kolam-kolam Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) PKS PT. ISB tidak mengalami kebocoran Apabila memang terjadi pencemaran di parit perkebunan warga, tentunya akan menimbulkan bau menyengat dan menyebabkan ikan mati.
"Setelah kita melakukan korcek, ternyata airnya jernih dan masih banyak kok ikan yang hidup. Tidak ada menimbulkan bau yang menyengat. Itu bukan limbah pabrik, namun limbah rumah tangga," ungkap Wendi kepada wartawan.
Ditanya sumber air yang tiba-tiba saja melimpah di parit perkebunan warga, sementara pada saat itu musim kemarau, Wendi mengakui tidak tahu persis sumber air dari mana. Ia menduga, air itu limbah rumah tangga milik PKS PT. ISB Surau Tinggi. [cp]

