Deteksi Dini Kanker Jadi Fokus, RSUD Dumai dan PERABOI Riau Gelar Skrining Gratis

Beritariau.com, Dumai -- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit kanker terus diperkuat melalui kolaborasi antara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Suhatman Kota Dumai dan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) Cabang Riau. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat yang dipusatkan di Balai Sri Bunga Tanjung, Kota Dumai, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Deteksi Dini Tumor Payudara dan Tiroid melalui Edukasi dan Skrining demi Masyarakat Dumai yang Lebih Sehat" ini secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini. Hadir pula Direktur RSUD dr. Suhatman Kota Dumai, dr. Eka Viora Effendi, MARS, Ketua PERABOI Cabang Riau dr. Muhammad, Sp.B Subsp.Onk(K), Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Dumai dr. Ferianto, Sp.An, M.Sc, KIC, serta perwakilan masyarakat dari seluruh puskesmas di Kota Dumai.
Ketua Panitia Pelaksana, dr. Delidios Arimbi, Sp.B Subsp.Onk(K), menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala tumor payudara dan tiroid sejak dini. Selain edukasi melalui seminar dan talkshow, masyarakat juga mendapatkan kesempatan menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) secara gratis sebagai langkah awal mendeteksi adanya kelainan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut melampaui target yang telah ditetapkan panitia. Dari target awal 100 peserta seminar, jumlah peserta yang hadir mencapai 147 orang. Sementara kuota skrining yang semula disiapkan untuk 60 orang meningkat menjadi 72 peserta.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit kanker mulai meningkat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan," ujar dr. Delidios.
Dalam sambutannya, Hj. Leni Ramaini menegaskan bahwa kesehatan merupakan investasi paling berharga bagi setiap keluarga. Karena itu, TP-PKK Kota Dumai berkomitmen mendukung berbagai program promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk melalui edukasi mengenai pencegahan kanker.
Ia mengatakan, tumor payudara dan tiroid masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Tidak sedikit kasus baru diketahui ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut akibat minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal serta rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
"Oleh karena itu, seminar, edukasi kesehatan, serta skrining payudara dan tiroid secara gratis seperti yang kita laksanakan hari ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan," ujar Leni.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara PERABOI Cabang Riau, RSUD Kota Dumai, Dinas Kesehatan, organisasi profesi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menjangkau lebih banyak warga.
"Kami berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama demi mewujudkan keluarga Dumai yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berkualitas," pungkasnya.
Selain seminar kesehatan, kegiatan bakti sosial juga diisi dengan talkshow interaktif mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda awal kanker, edukasi pola hidup sehat, serta layanan skrining payudara dan tiroid menggunakan USG secara gratis bagi masyarakat yang merupakan utusan dari seluruh puskesmas di Kota Dumai.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala semakin meningkat sehingga kasus kanker dapat ditemukan lebih awal, memperoleh penanganan yang tepat, dan pada akhirnya mampu menekan angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit tersebut di Kota Dumai. (*)

