Santa Maria Kena Prank, Juara Tapi Tanpa SK

Disdik Pekanbaru Mengaku Salah soal Kasus Finalis FLS3N Meski Dalih Salah Input Tak Masuk Akal

Disdik Pekanbaru Mengaku Salah soal Kasus Finalis FLS3N Meski Dalih Salah Input Tak Masuk Akal

FOTO: Tiga Orang Siswi SD Peraih Peringkat Teratas (SDN 153, SD Santa Maria dan SD IT Bunayya) di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 Tingkat Kota Pekanbaru | Istimewa

Pekanbaru - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru akhirnya mengaku salah atas kasus Finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Pendidikan Dasar tahun 2026. Namun, dalih melakukan kesalahan input data tidak masuk akal.

(Berita Sebelumnya : Terungkap! Dinas Pendidikan Biang Kerok kasus Finalis FLS3N asal Pekanbaru)

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdik Kota Pekanbaru DR H Syafrian Tommy, S.STP M.Si sekaligus selaku Sekretaris Definitif Disdik Kota Pekanbaru, melalui Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Pekanbaru Sardius, S.Pd, M.Pd akhirnya memberikan konfirmasi pengakuan secara langsung

Namun, meski mengakui telah melakukan kesalahan dalam kasus tersebut. Namun, Disdik berdalih kesalahan tersebut akibat kelalaian stafnya bernama Ridwan karena terburu-buru menginput data.

"Kami akui kami salah. Ini akibat ada kelalaian staf kami Ada kesalahan input," ungkap Sardius, Rabu, 29 Juli 2026 siang saat ditemui.

Ia mengarahkan agar Ridwan turut memberikan penjelasan. Ridwan mengaku bahwa Ia bertugas membuat SK Pemenang FLS3N di Disdik Pekanbaru selama 7 tahun.

Ridwan, ketika menjelaskan mengaku bahwa Ia dikejar deadline alias batas waktu untuk membuat SK Pemenang.
Oleh sebab itu, Ia mengaku salah memasukkan data karena terburu-buru. Sambil memperlihatkan selulernya, Ridwan menunjukkan data rekapitulasi nilai dari Dewan Juri yang tidak berurutan. Itu sebabnya, Ia salah input.

Pengakuan ini tidak masuk akal, sebab, seandainya data dewan juri tidak berurutan, yang pasti nama siswa SD Darma Yudha tidak ada juga di dalam rekapitulasi tersebut karena tidak ikut seleksi. Disambungnya, Ia mengaku salah input dari data rekap juara per kecamatan. Disitulah muncul nama siswa SD Darma Yudha.

Alasan Salah Input Tak Masuk Akal dan Terbantahkan oleh Keterangan Kepala Sekolah SD Darma Yudha

Dalam wawancara singkat tersebut, Disdik masih beralasan ada kesalahan input. Namun, awak media menanyakan bahwa logikanya sebuah kesalahan input secara otomatis batal melalui konfirmasi.

Saat ditanyakan apakah pihak Disdik benar telah menghubungi dan memerintahkan pihak SD Darma Yudha untuk mengupload data, bukan hanya sekedar mengkonfirmasi, Disdik tidak mengelak.

Lebih jauh, awak media kemudian mengkonfrontir jawaban salah input dari Disdik tersebut dengan keterangan Kepala Sekolah SD Darma Yudha yang telah diungkapkan kepada awak media bahwa ketika pihak Disdik menghubungi bahkan memerintahkan mengupload data, saat itu pihak Darma Yudha sudah mempertanyakan kenapa siswanya tetap dilibatkan. Padahal siswanya itu sendiri sudah jelas-jelas tidak ikut seleksi. Ridwan kembali tidak berkomentar

SD Santa Maria Kena Prank, Terdepak Dari 3 Besar

Awak media pun berhasil meminta SK Pemenang yang diterbitkan. Fakta baru yang lebih mengejutkan terkuak. Ternyata siswa SD Santa Maria tidak masuk 3 (tiga) besar. Selebrasi menjadi juara ternyata tidak diakui Pemerintah dalam SK, alias kena Prank.

Pada SK Kadisdik Pekanbaru bernomor : 400.3.5/Bid.SD.3/1200/2026 tentang Penetapan Pemenang FLS3N Jenjang SD/MI Negeri Swasara Tingkat Kota Pekanbaru Tahun 2026, ternyata yang menjadi juara bukan dari SD Santa Maria. Melainkan SD Darma Yudha. Bahkan, SD Santa Maria tidak masuk 3 besar karena juara 3 tetap diraih SD IT Bunayya.


Terpantau, SD Santa Maria sendiri telah mengumumkan rasa bangga terhadap pencapaian siswanya itu menjadi juara 2 melalui website dan media sosial resmi. Ternyata, nama itu terdepak bahkan tidak masuk peringkat 3 besar dengan alasan sepele namun mencurigakan.

Sungguh membingungkan, kesalahan penulisan juara malah diakui hanya kesalahan input padahal seleksi tersebut digelar melalui iven seremonial yang dihadiri oleh Sekda dan Kadisdik serta terdokumentasi.

Sebelumnya diberitakan, munculnya nama siswa SD Darma Yudha yang tidak pernah ikut seleksi di tingkat Kota Pekanbaru yang belakangan menjadi finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Pendidikan Dasar tahun 2026 perwakilan Pekanbaru untuk mengikuti kompetisi tingkat Nasional, membuat heboh.

(Berita sebelumnya : Sst! Finalis FLS3N Perwakilan Riau ke Pusat Diduga Tak Pernah Ikut Seleksi, Peraih Juara Ditinggal)

Kemudian, berdasarkan penelusuran data dan keterangan dari seluruh pihak yang terlibat mengindikasikan Disdik Pekanbaru adalah biang kerok dari persoalan ini. (*)