Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Bungkam
Sst! Finalis FLS3N Perwakilan Riau ke Pusat Diduga Tak Pernah Ikut Seleksi, Peraih Juara Ditinggal

FOTO: Tiga Orang Siswi SD Peraih Peringkat Teratas di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 Tingkat Kota Pekanbaru | Istimewa
Pekanbaru - Ajang perlombaan prestasi talenta siswa berskala nasional kembali menuai sorotan. Kali ini, jerih payah dari para siswa Sekolah Dasar (SD) yang mengikuti perlombaan terutama yang menyandang gelar juara, berujung sia-sia.
Peraih gelar juara yang seharusnya dikirim ke tingkaf nasional justru digantikan oleh siswa dari sekolah yang justru yang tidak pernah ikut seleksi.
Hal ini diketahui melalui surat resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdsmen) RI bernomor 1459/B/H3/PN.00/2026 pada 26 Juli 2026 lalu, yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah se tanah air.
Isinya berupa pengumuman finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 dan agenda berikutnyam
Isi surat tersebut memuat seluruh finalis dari tiap kabupaten / kota se tanah air. Finalis nomor 278 yang menjadi satu-satunya mewakili Provinsi Riau dari Kota Pekanbaru adalah seorang siswa dari Sekolah SD Darma Yudha Kota Pekanbaru.
Ternyata, siswa dan sekolah tersebut diduga kuat tidak pernah ikut seleksi di tingkat Kota Pekanbaru namun mewakili Kota Pekanbaru. Sedangkan para juara yang terpilih, diabaikan.
Berdasarkan data yang dihimpun, polemik ini berawal tanggal 15 Juni 2026 lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 untuk Cabang Lomba Menulis Cerita tingkat SD .
Saat lomba berlangsung, tercatat ada sembilan peserta resmi yang mengikuti perlombaan, yaitu:
1. Alika Karaissa Halim (SD Al Andalus Islamic School)
2. Anindita Shassy Kirana (SDN 153 Pekanbaru)
3. Christina Elisabeth Sihotang (SD Heaven Kids)
4. Gebi Ratu Nathania Purba (SDN 59 Pekanbaru)
5. Joen Alessandra Zhang (SD Kalam Kudus Pekanbaru)
6. Nachita Vianqa Gultom (SD Santa Maria 1)
7. Naurah Sabrina Azzahra Murphi (SD Islam Riau Global Terpadu)
8. Nurul Husna Lubis (SD IT Bunayya Pekanbaru)
9. Tengku Nazla Aisya (SDN 118 Pekanbaru)
Usai pelaksanaan lomba yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru tersebut Dewan juri menetapkan hasil penilaian lomba.
Berdasarkan hasil tersebut, Anindita Shassy Kirana dari SDN 153 Pekanbaru meraih peringkat pertama, lalu peringkat kedua diraih oleh Nachita Vianqa Gultom (SD Santa Maria 1) dan peringkat ketiga diraih oleh Nurul Husna Lubis (SD IT Bunayya Pekanbaru).
Selanjutnya, saat dilakukan verifikasi administrasi, Anindita Shassy Kirana dinyatakan tidak dapat melanjutkan ke tingkat provinsi Riau karena tidak memenuhi salah satu persyaratan administrasi, yakni belum terdaftar di Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI).
Alhasil posisinya digantikan oleh Nachita Vianqa Gultom (SD Santa Maria 1).
Kemudian beberapa hari lalu, tanggal 26 Juli 2026, Puspresnas Kemendikdsmen RI mengumumkan nama-nama finalis seluruh Indonesia.
Ternyata, yang mewakili kota Pekanbaru adalah siswa dari SD Darma Yudha Kota Pekanbaru, yang diketahui tidak pernah ikut seleksi.
Dikabarkan, pengumuman finalis tersebut membuat sejumlah orang tua dan guru pendamping peserta mengaku terkejut. Dewan juri yang melakukan penilaian pada seleksi tingkat kota juga mempertanyakan dasar penetapan finalis, karena nama siswa dari SD Darma Yudha itu tidak termasuk peserta yang mereka nilai saat proses seleksi berlangsung.
Terkait ini, Kepala Seksi Kesiswaan SD Disdik Pekanbaru, Alda Fiandri, yang juga panitia FLS3N yang dihubungi media ini mengaku tidak tahu soal itu, bahkan dia mengaku belum mendapatkan informasi soal penetapan tersebut.
"Saya belum tahu soal itu karena juga belum mendapatkan informasi soal penetapan finalis tersebut," ujarnya, Selasa (28/07/26), dimuat riaulapor.
Jawaban tersebut tentu mencurigakan dan terkesan menutupi informasi. Pasalnya, surat tersebut ditujukan ke seluruh Dinas Pendidikan adalah pihak pertama yang mendapatkan informasi tersebut. Apalagi surat tersebut sudah tersebar luas, bahkan media pun mendapatkan surat tersebut. (*)

