Lestarikan Budaya Melayu Lewat Pendidikan
Pemkab Meranti Perkuat Kompetensi Guru Muatan Lokal

Beritariau.com, Selatpanjang -- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya dalam melestarikan Budaya Melayu Riau melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mendukung pelaksanaan Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau bagi guru jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Provinsi Riau yang digelar pada 20–22 Juli 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan yang diikuti 40 guru muatan lokal ini diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau bekerja sama dengan LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan dukungan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Pelatihan dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Mahdi, yang hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, M. Mahdi menegaskan bahwa Budaya Melayu merupakan identitas dan jati diri masyarakat Riau yang harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan.
"Guru tidak hanya berperan menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai luhur, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi langkah strategis agar pembelajaran muatan lokal Budaya Melayu Riau dapat disampaikan secara lebih kreatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi warisan masyarakat Melayu.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus mendukung berbagai program pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.I.Kom., menilai guru merupakan ujung tombak dalam menjaga keberlangsungan Budaya Melayu melalui proses pendidikan.
Ia menyampaikan salah satu capaian penting LAMR adalah masuknya mata pelajaran Budaya Melayu Riau ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut memperkuat posisi muatan lokal di sekolah sekaligus membuka peluang pengembangan profesional bagi para guru.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., berharap pelatihan mampu menjadi pedoman bagi guru dalam menyampaikan materi Budaya Melayu Riau secara tepat sesuai nilai-nilai adat dan kearifan lokal.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan secara maksimal agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing sehingga peserta didik semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya.
Melalui pelatihan ini, kompetensi guru muatan lokal diharapkan semakin meningkat sehingga pelestarian Budaya Melayu Riau dapat berlangsung lebih efektif melalui pendidikan. Selain memperkuat pengetahuan budaya, pembelajaran juga diharapkan mampu menanamkan karakter, nilai-nilai adat, serta jati diri Melayu kepada generasi muda sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berbudaya dan berdaya saing. (*)

