Polres Rohul Lakukan Pendinginan
Beberapa pekan terbakar hingga warga ngungsi, Polda Riau belum turun usut PT APSL di Rohul

MENGUNGSI - Ratusan warga sekitar dan karyawan PT Andika Permata Sawit Lestari Mengungsi | riauterkini | istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Selama beberapa pekan terakhir, ratusan hektare lahan gambut di areal PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), terbakar. Bahkan, ratusan karyawan dan masyarakat sekitar terpaksa mengungsi akibat kebakaran dan kabut asap ditambah badai angin kencang.
Namun hingga kini, belum diketahui penyebab dan pelaku pembakaran lahan tersebut. Kapolres Rohul, AKBP Yusup Rahmanto mengaku, kalau saat ini tim gabungan penanggungan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) sudah berhasil memadamkan api. Hal itu, tak luput dari dari bantuan hujan yang mengguyur Kecamatan Bonai Darussalam beberapa waktu lalu.
"Tapi anggota masih tetap patroli, melakukan pendinginan. Ini untuk memastikan asap atau api tidak ditemukan," kata Yusup, Selasa (30/08/16).
Selain upaya pemadaman, saat ini pihaknya juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran ratusan hektar di Bonai Darussalam, termasuk untuk mengetahui pelaku pembakaran lahan tersebut.
"Kita masih koordinasi dengan ahli untuk mencocokkan dengan asal mula api," tukas Yusup.
Terpisah, Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, AKBP Hariwiyawan Harun, juga menegaskan kalau kasus karlahut di Rohul tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Dalam tahap ini, Penyelidik berupaya mencari peristiwa pidana, apakah kasus ini bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak.
"Masih dalam penyelidikan. Besok (hari ini,red), kami mau ke sana, mau ke TKP (Tempat Kejadian Perkara,red) dan berkoordinasi dengan Polres (Rohul)," jelas mantan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru tersebut.
Selain PT APSL yang lahan operasinya terbakar sekitar 200 hektare, pihak kepolisian juga diketahui tengah menyelidiki keterlibatan PT Bina Daya Bentala, dimana terdapat 20 hektare lahannya terbakar.
Keberadaan PT APSL di Rohul selama ini juga menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat sendiri. Tak ayal, bentrok kedua belah pihak kerap terjadi. Hal ini disebabkan PT APSL diketahui belum mengantongi izin pelepasan dari Kementerian Kehutanan.
Perusahaan ini baru mengantongi izin lokasi seluas 3.112 hektare di Kecamatan Kunto Darussalam, dan Izin Usaha Perkebunan dari Bupati Rohul tahun 2003. Sementara masalah yang timbul yakni terkait dugaan PT APSL yang membuka lahan dari kawasan hutan ke lahan perkebunan. Hal inilah yang ditentang masyarakat. [red]

