Kapolri Kunjungi Riau

Kapolri Tito jabarkan konsep "Public Trust" ke ratusan perwira di Riau

Kapolri Tito jabarkan konsep "Public Trust" ke ratusan perwira di Riau

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Beritariau.com, Pekanbaru - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberi arahan kepada jajarannya untuk terus memperbaiki budaya, citra dan kinerja kepolisian guna memperoleh kepercayaan masyarakat atau "Public Trust".

Hal itu disampaikannya di hadapan 700 personil jajaran Polda Riau di Markas Komando (Mako) Brimobda Polda Riau, Selasa (30/08/16). Tito mengakui bahwa, kepercayaan masyarakat kepada Polri terus menurun pasca sejumlah peristiwa yang menimpa kepolisian.

Salah satunya adalah sikap represif oknum Polres Kepulauan Meranti hingga menyebabkan tersangka pembunuhan tewas saat penangkapan, serta meninggalnya warga setempat saat bentrok dengan polisi.

"Kasus Meranti adalah pelajaran pahit. Saya imbau kepada jajaran harus evaluasi. Ambil pelajaran dan tidak boleh terjadi di tempat lain," ungkap Tito.

Menurutnya, jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi. Karena hal tersebut akan mencoreng ratusan ribu polisi, dan menutup prestasi polisi Indonesia. Dikatakan Tito kepercayaan masyarakat harus diperoleh karena sesuai dengan zaman yang berlaku saat ini, demokrasi.

Guna memperbaiki internal Polri, ia mengatakan telah menerbitkan Commander Wish yang berisi 10 program prioritas ditambah dengan program Quick Wins. Program yang telah dirumuskan itu meliputi perbaikan pelayanan publik, profesionalisme penegakan hukum, stabilitas keamanan dan ketertiban nasional, serta reformasi internal.

Ia mengatakan Commander Wish telah diterbitkan sejak 1,5 bulan yang lalu. Harapannya, seluruh jajaran Polda se Indonesia dapat mengaplikasikan kebijakan Kapolri tersebut dengan baik.

"Saya melihat baru sampai level Pamen (Perwira Menengah,red) ke atas. Belum ke bawah, Pama (Perwira Pertama,red), Bintara, Tamtama. Belum sampai," tukas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut.

Untuk itu, dia berharap agar 700 jajaran Polisi yang mendapatkan pengarahan langsung pada hari ini dapat menyebarkan makna Commander Wish ke 10.000 personil di masing-masing daerah hingga mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Selain itu, ia juga mengatakan saat ini telah membangun sistem jaringan berbasis Internet dan Teknologi sebagai kontrol untuk mengukur kinerja dan budaya Polri. Setiap Polda, lanjutnya akan terus dievaluasi sehingga bisa diketahui jajaran yang aktif atau justru abai.

"Yang terpenuhi akan kita berikan reward (penghargaan). Yang belum, akan kita evaluasi," urainya.

Menariknya pada kegiatan paparan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut, ternyata tidak semua anggota jajaran Polda Riau yang mampu menjabarkan secara baik Commander Wish tersebut.

Seperti diberitakan, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Tonny Hermawan, yang hanya diberi nilai 30 oleh Jenderal Pol Tito Karnavian. Pasalnya, sang kapolres tidak mampu menjelaskan secara baik poin-poin dari Commander Wish.

"Kapolresta Pekanbaru, coba jabarkan Commander Wish saya," perintah Tito kepada Kombes Tonny.

Namun, Toher, biasa sang kapolres disapa, malah menjabarkan persoalan pelayanan yang dilakukannya bersama anak buahnya.

"Commander wish, kami jalankan dalam bentuk patroli dengan menggunakan GPS. Jadi kami tahu anggota yang menjalankannya. Kami mengerahkan anggota kami ke lapangan," terang Toher, yang langsung dipotong Tito.

Tito menilai Toher yang memiliki pangkat setingkat lebih tinggi dibandingkan kapolres lain di Riau, yakni Komisaris Besar Polisi, tidak paham atas progam commander wish tersebut Namun Tito kembali meminta poin commander wish, Toni terbalik-balik dalam menjabarkannya.

"Sudah-sudah, duduk saja. Nilai Kapolresta (Pekanbaru) 30 ini," sindir mantan Kepala Badan Penanggulangan Terorisme.

Kemudian Tito memerintahkan Karo Ops Polda Riau, Kombes Abdul Hafidh Yuhas untuk menyebutkan poin commander wish tersebut. Jawaban dari Kombes Abdul membuat Tito sepertinya merasa puas. "Ini mendekati sempurna nilai 80 lah," imbuh Tito kepada Kombes Abdul.

"Kalau commander wish dipahami, maka peristiwa (kericuhan) di Kepulauan Meranti tidak akan terjadi," ‎jelas Kapolri. "Commander wish ini inti dari kebijakan kepolisian untuk memperbaiki kepercayaan publik kepada Polri," sambungnya.

Selain Kapolresta Pekanbaru, Jenderal Tito juga menguji kinerja para Kapolres se Riau dalam menjalankan tugasnya, khususnya terkait commander wish. [red]‎