Tindak Tegas Penyelundupan
Kapolri Tito perintahkan tutup pelabuhan tikus di Riau

Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Beritariau.com, Pekanbaru - Maraknya penyelundupan produk atau barang dari luar negeri yang masuk ke propinsi Riau dengan cara ilegal menjadi salah satu sorotan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia meminta agar Polda Riau dan jajaran Polres lainnya untuk menindaklanjuti atensinya tersebut.
Tidak hanya itu saja, permasalahan di Riau yang cukup menjadi sorotan selama ini membuat Tito melakukan kunjungan kerja bersama anak buahnya Kadiv Humas Irjen Pol Boy Rafli Amar, Kadiv Propam Muchammad Iriawan, Kakorlantas Irjen Agung Budi Maryoto ke Pekanbaru sejak Senin (29/08/16) hingga hari ini, Selasa (30/08/16).
"Selain Karhutla (kebakaran hutan dan lahan), konflik sosial, prilaku anggota Polri, persoalan penyelundupan juga (harus) ditangani," kata Tito didampingi Kapolda Riau Brigjen Supriyanto kepada sejumlah wartawan di asrama Brimob Polda Riau, Selasa siang.
Secara teknis, Tito memerintahkan agar anak buahnya di Riau untuk menutup pelabuhan tikus yang ditenggarai sebagai jalur para pelaku selundupan barang impor ilegal itu.
Dengan cara itu, menurut Tito, para pelaku akan mengimpor barang melalui pelabuhan resmi (untuk membayar bea cukai) yang dapat memberikan masukan bagi keuangan negara.
"Prinsipnya butuh tindakan tegas. Jangan sampai pasokan barang dalam negeri tak tercukupi, masyarakat bergantung supply barang dari luar (negeri)," kata Tito.
Di sejumlah daerah, masyarakat masih membutuhkan barang dari luar negeri. Tito berharap, langkah untuk menambah jumlah pasokan produk ke wilayah agar masyarakat terjamin kebutuhannya. Tentunya dengan jalur resmi.
"Tapi memang di tempat tertentu, supply barang yang tergantung dari luar negeri, ini harus ditutupi dikompensasi supply barang dari dalam negeri. Karena banyak masyarakat di tempat tertentu membutuhkan barang dari luar. Jangan sampai nanti ditutup, kemudian supply barang dari dalam negeri tidak ada, mereka (masyarakat) menjadi kesulitan. Prinsipnya harus ditindak tegas," kata Tito.
Untuk diketahui, sejumlah kabupaten di Riau merupakan jalur yang berbatasan langsung dengan perdagangan internasional, yakni Selat Malaka. Diantaranya yakni jalur perairan di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kepulauan Kepulauan Meranti serta Kotamadya Dumai. [red]

