Tren HIV di Riau Terus Meningkat, 4.524 ODHIV Masuk Stadium AIDS

Tren HIV di Riau Terus Meningkat, 4.524 ODHIV Masuk Stadium AIDS

Beritariau.com, Pekanbaru -- Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Riau masih menjadi tantangan serius di sektor kesehatan. Data Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau menunjukkan jumlah kasus terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 11.523 Orang dengan HIV (ODHIV) sejak pencatatan dimulai pada 1997.

Pengelola Program HIV Diskes Riau, Egawati, mengatakan dari total kasus tersebut, sebanyak 7.137 ODHIV masih hidup, sementara 4.524 orang telah berada pada stadium AIDS.

"Sebagian besar pasien masih bertahan hidup. Dari total 11.523 ODHIV yang tercatat, 7.137 orang masih hidup dan 4.524 di antaranya telah memasuki stadium AIDS," ujarnya.

Tren peningkatan kasus terlihat cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021 ditemukan 570 kasus baru, kemudian meningkat menjadi 835 kasus pada 2022. Angka tersebut kembali melonjak menjadi 1.001 kasus pada 2023, bertambah menjadi 1.006 kasus pada 2024, dan mencapai 1.051 kasus sepanjang 2025. Memasuki Triwulan I 2026, Diskes Riau kembali mencatat 187 kasus baru.

Menurut Egawati, HIV ditularkan melalui tiga jalur utama, yakni kontak dengan darah yang terinfeksi, penularan dari ibu kepada bayi selama kehamilan maupun persalinan, serta hubungan seksual yang tidak aman.

Untuk menekan laju penularan, Diskes Riau mengoptimalkan strategi nasional STOP, yang mencakup Suluh (penyuluhan), Temukan (deteksi kasus), Obati (terapi), dan Pertahankan kadar virus agar tetap tersupresi melalui pengobatan yang rutin.

Pada aspek edukasi, Diskes Riau terus menggencarkan penyuluhan kepada berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, kader PKK, hingga tokoh dan lembaga keagamaan. Pada Desember 2025, bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Diskes Riau berhasil memberikan edukasi kepada 5.609 peserta sekaligus dan mencatatkan rekor MURI. Sementara pada Maret 2026, sosialisasi secara daring juga diikuti 1.152 tenaga Kementerian Agama yang terdiri atas penghulu, penyuluh agama, dan pengawas madrasah.

Di sisi lain, upaya deteksi dini juga terus diperkuat. Sepanjang 2025, sebanyak 195.298 orang telah menjalani pemeriksaan HIV. Bagi masyarakat yang dinyatakan positif, pemerintah memastikan akses terhadap layanan pengobatan tetap tersedia.

Saat ini, 4.222 ODHIV di Riau sedang menjalani terapi Antiretroviral (ARV). Diskes Riau memastikan stok obat ARV yang disalurkan Kementerian Kesehatan RI dalam kondisi aman sehingga pelayanan kepada pasien dapat terus berjalan.

Egawati menegaskan, keberhasilan pengendalian HIV tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan, deteksi dini, kepatuhan menjalani terapi ARV, serta penghapusan stigma terhadap ODHIV menjadi kunci untuk menekan angka penularan HIV di Provinsi Riau. (*)