Dukung Zero Hot Spot Riau Bebas Asap

Gelar Seminar Peduli Gambut Bebas Asap, Kapolda Riau: bikin sekat kanal tak mahal jika gotong-royong

Gelar Seminar Peduli Gambut Bebas Asap, Kapolda Riau: bikin sekat kanal tak mahal jika gotong-royong

FOTO : Wakapolda Riau Kombes Pol Suharsono Membacakan Saat Mewakil Kapolda Dalam Seminar Gambut

‎Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Brigjen Pol Supriyanto terus menggesa pelaksanaan Program Prioritas Kapolda Riau yang ditetapkan sejak bulan Januari 2016 lalu dalam hal Mitigasi Bencana Asap Zero Hot Spot melalui langkah antisipasi yang bersifat strategis.

Satu diantaranya adalah program sekat kanal non permanen yang dilakukan secara gotong royong.

Hal itu disampaikan Kapolda Supriyanto dalam seminar Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang digelar Polda Riau dengan tema 'Sudah Saatnya Riau Peduli Gambut Guna Mengantisipasi Karhutla 2017' di SPN Pekanbaru, Senin (22/08/16).

Dalam seminar ini, selain Kapolda Riau yang diwakili Wakapolda Kombes Pol Suharsono, juga menghadirkan narasumber dari Kepala Badan Restorasi Gambut RI Prof Dr Haris Gunawan, BPKP Perwakilan Riau Rustam, Kepala Biro Hukum Provinsi Riau Elly Wardhani serta Kepala Bapedda Riau Supriyadi.

"Hasil kerja keras seluruh pihak dalam pembangunan sekat kanal non permanen secara gotong royong, sampai bulan Agustus 2016 telah dibangun sebanyak 2.065 unit," ungkap Kapolda Riau melalui Wakapolda saat seminar.

Dikatakannya, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pengusaha. Mereka, lanjutnya, akhirnya dapat memahami ketentuan batasan ketinggian level air pada setiap kanal dilahan gambut, yaitu 40 cm permukaan tanah gambut yang diizinkan sesuai PP 71 tahun 2014 tentang Tata kelola Gambut.

Supriyanto mengakui, pihaknya memahami adanya kekhawatiran dari para stakeholder baik masyarakat maupun pengusaha bahwa pembuatan sekat kanal akan menelan biaya mahal.

Padahal, setelah dicoba, ternyata pembuatannya dapat dikreasikan. Apalagi, kata Supriyanto, jika dikerjakan dengan gotong-royong, maka anggaran biayanya lebih ringan.

"Hilangkan persepsi bahwa membangun sekat kanal merupakan pekerjaan yang sulit dan butuh biaya mahal. Namun dari desain dan prototype sekat kanal non permanen yang yang telah dikembangkan oleh Polda Riau, yaitu dengan bahan karung bekas dan tanah, ternyata, bahannya sangat murah dan mudah dalam pembuatannya," bebernya.

Meski berbahan murah, katanya, namun dari sisi manfaat, sangat efektif untuk menahan air gambut agar tidak langsung terbuang ke sungai atau ke laut.

Selanjutnya, agar gotong royong dapat terlaksana, maka, lanjut Kapolda, pihaknya mengajak para pengusaha yang berada disekitar daerah yang rawan karhutla, untuk bekerja sama dengan Polda maupun Polres guna mendukung pembuatan sekat kanal gotong royong yang dipelopori oleh Polda Riau.

Menurutnya, apabila bencana asap akibat Karlahut tak ditangani secara komprehensif terutama terhadap 3 unsur penyebab Karlahut yaitu, orang yang membakar, adanya api dan penanganan gambut kering, maka bencana asap akan terus berulang setiap tahunnya.

Dalam seminar ini, turut juga hadir Irwasda Polda Riau Kombes Pol Drs. Ahmad Nurda Alamsyah, Para pejabat utama Polda Riau, Para Kapolres Jajaran Polda Riau, Dandim Jajaran Riau, Sekda Kabupaten, pihak Kadis kehutanan Provinsi Riau, Biro Hukum Provinsi Riau dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau.

Seperti diketahui, Karlahut kembali ‎terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Beberapa pekan terakhir, ratusan titik api terpantau di Riau. Tak sedikit lahan gambut dilahap si Jago merah. [red]