Kapolda Riau Pimpin Tim Pemadaman Darat
Panas terik & air minim, inilah sulitnya padamkan api di lahan gambut Riau..

FOTO : Heli Mi-8 Satgas Udara Melakukan Water Boombing dan Personil Brimob Melakukan Penyemprotan
Beritariau.com, Pekanbaru - Kebakaran lahan di wilayah bagian barat Desa Tasik Serai Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis yang muncul sejak 18 Agustus lalu, hingga Minggu (21/08/16) sore, tak kunjung padam. Tim Satgas Darat dan Udara pun telah berhari-hari berjibaku melakukan pemadaman.
Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto terpaksa bermalam minggu (Sabtu, 20/08/16) bersama ratusan anggota polisi di dekat lokasi kebakaran.
Pasalnya, musim kemarau mengakibatkan kebakaran lahan makin menjadi-jadi di perkebunan kelapa sawit dan semak belukar seluas lebih kurang 100 hektare di 3 kecamatan. Hal ini kemudian diperparah dengan kondisi tanah yang bergambut di tengah musim kemarau.
Bahkan, keesokan harinya, ratusan personil kepolisian bersama TNI AD dan Manggala Agni terjun ke lapangan yang dibantu tim udara dengan Water Bombing juga mengalami kesulitan.
"Heli Satgas Udara Mi-8 telah melakukan water boombing sebanyak 47 kali," ungkap Komandan Lapangan Udara (Danlanud), Roesmin Nurjamin Marsma Henri Alfiandi via Whatsapp.
Pantauan di lokasi, meski tim Satgas Udara Penanggulangan Karhutla telah mengerahkan helikopter untuk melakukan bom air (water boombing) sebanyak 47 kali, namun angin kencang membuat kebakaran kian meluas.
"Saat matahari tepat berada diatas kepala sekitar pukul 11.00 wib hingga pukul 14.00, disitulah api dalam gambut mulai bereaksi," ungkap salah seorang anggota tim pemadam dari satuan Brimob di lokasi.
Satgas Darat juga mengalami kesulitan di lapangan karena beratnya lokasi yang terbakar. Padahal, Kapolda telah mengerahkan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pasukan Brimob sebanyak 60 personil dan puluhan anggota Polres Bengkalis dibawah Komando AKBP Hadi Wicaksono selaku Kapolres.
"Kebakaran lahan terjadi di perkebunan kelapa sawit dan semak belukar di 3 kecamatan. Saya bawa 1 SSK Brimob kemari. Anggota kita sudah memadamkan puluhan hektar, sisanya masih kita usahakan," ujar Supriyanto.
Di lokasi kebakaran, Supriyanto didampingi Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono, Kabid Humas AKBP Guntur Aryo Tejo, Kasat Brimob Kombes Pradah Pinunjul dan Kabid Propam AKBP Pitoyo Agung Yuwono.
Untuk memadamkannya, dikerahkan 127 orang yang terdiri dari personel Polsek Pinggir sebanyak 30 orang, BKO Sabhara 5 orang, BKO lantas 4 orang, Manggala Agni 4 orang, RPKH 12 orang, MPA 10 orang, TNI 10 orang dan 50 personil Brimob yang diturunkan dari Pekanbaru.
"Kita juga membawa 4 unit mesin pompa air dan akan kita tambah lagi. Saya juga sudah telepon bupati Bengkalis (Amril Mukminin)," terang Supriyanto.
Di tempat yang sama, Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono mengatakan, pihaknya telah memasang garis polisi (police line) di areal yang telah berhasil dipadamkan.
"Kita sudah pasang police line. Saat ini, kita prioritaskan pemadaman dulu meski sumber air sulit. Selain itu, struktur tanah gambut juga membuat api merembet dan tidak mudah dipadamkan, tapi tetap kita berusaha sambil penyidikan berjalan," jelas Wicak.
Menurut Wicak, lokasi yang dipadamkan saat ini di 3 kecamatan. Ratusan anak buahnya disebar di sejumlah lokasi tersebut dengan alat pemadan berupa mesin pompa air. Meski sulit karena sumber air dan struktur tanah, petugas terus berupaya melakukan pemadaman.
"Di kecamatan Pinggir sekitar 50 hektare, di kecamatan Mandau sekitar 25 hektare dan di kecamatan Bukit Batu sekitar 25 hektare. Sebagian sudah padam, dan sebagian lagi masih kita upayakan," ucap Wicak. [red]

