Advertorial Pemkab Rokan Hilir

Iven Tahunan Bakar Tongkang Kenalkan Rohil pada Indonesia dan Dunia

Iven Tahunan Bakar Tongkang Kenalkan Rohil pada Indonesia dan Dunia

TONGKANG : Iven Tahunan Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir

Beritariau.com, Rohil - Sebuah kota bersejarah yang terletak di ujung pesisir Provinsi Riau adalah sebuah kota yang pernah menjadi Kota penghasil ikan nomor dua terbesar didunia. Kota itu adalah Bagan Siapiapi, setelah sukses dimekarkan sejak tahun 1999. Dimana 16 tahun yang lalu, lepas dari Kabupaten Induk Bengkalis. Bagan Siapiapi resmi menjadi Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Bagan Siapiapi, saat ini lebih dikenal dengan sebutan Negeri Seribu Kubah, yakni merupakan sebuah kota bersejarah memiliki satu kelebihan jika dibandingkan dengan daerah maupun kota kota lain.

Kelebihan itu adalah adanya satu acara menurut Warga Tiong Hoa Rohil, merupakan sebuah sejarah kedatangan para Leluhurnya pertama kali menginjakkan kaki di Kota Bagan Siapiapi. Sejarah kedatangan para leluhurnya dari daratan Tiongkok itu diperingati pada setiap tahun. Itulah acara Ritual Bakar Tongkang. Kini menjadi salah satu andalan Rohil menyedot wisatawan. Acara Ritual Bakar Tongkang diselenggarakan oleh Warga Tiong Hoa Rohil setiap Tahun pada Bulan Juni sesuai dengan penanggalan Cina atau penanggalan Imlek jatuh pada tanggal 16 bulan 5. Acara Bakar tongkang memang Penuh Potensi menyedot ribuan wisatawan Warga Tiong Hoa yang datang dari keseluruh Nusantara maupun manca Negara hingga memadati Rohil.

Menyadari Kelebihan potensial Bakar Tongkang yang mampu mendatangkan ribuan wisatawan hingga memadati kota Bagansipiapi-Rohil dan dapat menjadi penggerak utama perekonomian, maka memang selayaknya jika Pemkab Rohil punya perhatian khusus terhadap kegiatan tahunan warga Tiong Hoa Rohil ini. Karena kegiatan Ritual yang diselenggarakan setiap tahun tersebut merupakan satu kegiatan yang menjadikan Rohil dapat dikenal seluruh nusantara bahkan sampai ke Manca Negara.

Selain Populernya Rohil melalui Ritual Bakar Tongkang di Jagad Nusantara, bahkan mendunia, maka dengan kelebihan acara yang unik dan satu satunya itu, Pemkab Rohil yang  dengan jeli melihat  potensi yang begitu besar, langsung berupaya mengembangkan acara ini dengan mempolesnya menjadi satu iven yang berskala Nasional dan Internasional.

Seorang tokoh Tiong Hoa yang tidak ingin disebut namanya, bercerita bahwa pada sekitar tahun1880, sekitar 20 an orang dengan menggunakan tiga Kapal kayu atau wangkang yang artinya tongkang. Mereka meninggalkan daratan Tiongkok dari sebuah daerah yang benama Fujian, karena dilanda krisis pangan. Dalam mengarungi Samudara, satu ketika gelombang dan badai menghamtam, pada saat kehilangan arah itu, menurut kepercayaan, pada suasana panik itu mereka yang kebelulan membawa sebuah patung Dewa laut yang mereka sebut dengan nama Dewa Ki Hu Ong Ya.

Mereka pun berdoa dihadapan Patung Dewa Laut Ki HU Ong Ya seketika gelombang dan badaipun reda, satu diantara tongkang itu terdampar disatu daratan yang merupakan hutan, akhirnya menjadi tempat tinggal. Yang lama kelamaan mereka namakan Bagan Siapiapi.

Setelah memperoleh pemukiman yang baru itu, mereka bersumpah tidak akan kembali ke daratan Tiongkok dengan membakar tongkang yang mereka pergunakan mengarungi Samudra meninggalkan Daratan Tiongkok.

 

Mengenang pembakaran itulah mereka catat pada tanggal 16 bulan 5 menurut penanggalan Tiong Hoa. Acara mengenang membakar tongkang itu terus dilakukan pada setiap tahun dan sekarang acara bakar tongkang itu bukan lagi sekedar untuk mengenang sumpah mereka, tapi sudah menjadi satu iven yang berskala nasional bahkan Internasional. [adv]

Tags :# daerah