Panas! Masyarakat Adat Bonai Usir PT Agrinas dari Wilayah Adat

Ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau bersama masyarakat adat Bonai menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Selasa, 17 Juni 2026.
Beritariau.com, Rokan Hulu — Ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau bersama masyarakat adat Bonai menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Selasa, 17 Juni 2026. Massa menuntut PT Agrinas Palma Nusantara menghentikan aktivitasnya dan meninggalkan wilayah yang mereka klaim sebagai tanah adat.
Aksi yang diikuti sekitar 1.500 orang itu melibatkan masyarakat adat Bonai dari tiga desa di Kabupaten Rokan Hulu. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pengelolaan lahan yang dinilai berdampak terhadap hak-hak masyarakat adat setempat.
Salah seorang tokoh masyarakat adat, Datuk Majopati, mengatakan masyarakat adat Bonai merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang selama ini memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto, baik pada Pemilu 2019 maupun 2024.
“Saya sendiri pada 2019 berada di garda terdepan mendukung dan membela Pak Prabowo Subianto di Riau,” kata Datuk Majopati saat menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi.
Menurut dia, perjuangan politik yang dilakukannya selama ini didasari oleh keyakinan dan loyalitas terhadap sosok Prabowo. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat adat Bonai.
Datuk Majopati meminta Presiden Prabowo turun tangan atau menugaskan pihak yang dipercaya untuk meninjau dan menyelesaikan konflik yang terjadi di wilayah tersebut. Ia menilai masyarakat adat Bonai membutuhkan perlindungan negara atas hak-hak yang mereka klaim sebagai bagian dari wilayah adat.
“Masyarakat merasa sumber daya alam mereka telah banyak berkurang. Yang tersisa saat ini adalah tanah dan lahan yang menjadi tumpuan hidup mereka. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan solusi yang adil,” ujarnya.
Permintaan serupa juga disampaikan kepada berbagai pihak agar aspirasi masyarakat adat Bonai dapat diteruskan kepada Presiden. Dalam kesempatan itu, Datuk Majopati didampingi Koordinator Lapangan aksi, Datuk Firman Edi. (*)

