IRT di Siak Tewas Diterkam Buaya Saat Mencuci di Tepi Sungai Metas

IRT di Siak Tewas Diterkam Buaya Saat Mencuci di Tepi Sungai Metas

Ilustrasi/Net

Beritariau.com, Siak – Suasana tenang di Dusun Mungkal, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, mendadak berubah menjadi duka setelah seorang ibu rumah tangga bernama Santi (22) meninggal dunia akibat serangan buaya muara saat beraktivitas di tepi Sungai Metas, Kamis (11/6/2026) petang.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika korban tengah mencuci pakaian di pelantar depan tempat tinggalnya yang berada di kawasan tepi sungai. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menyerang korban sebelum menyeretnya ke sungai.

Kejadian itu memicu kepanikan warga yang segera melakukan pencarian di sekitar lokasi bersama masyarakat setempat. Upaya pencarian berlangsung hingga malam hari dalam kondisi yang cukup sulit.

Camat Sungai Apit, Tengku Muhtasar, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa korban akhirnya ditemukan beberapa jam setelah kejadian.

“Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Korban diketahui merupakan warga komunitas Akit Anak Rawa yang tinggal di Kampung Penyengat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar, terutama sang suami yang kehilangan pasangan hidupnya secara mendadak.

Pemerintah Kecamatan Sungai Apit turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada kawasan yang diketahui menjadi habitat buaya.

Camat Tengku Muhtasar mengingatkan warga agar selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar sebelum melakukan aktivitas di tepi sungai, seperti mencuci, memancing, mandi, maupun kegiatan lainnya yang berisiko.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai. Perhatikan situasi dan kondisi lingkungan untuk mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai, terutama di daerah yang masih menjadi habitat alami buaya muara. Edukasi keselamatan dan pengawasan aktivitas di kawasan rawan diharapkan dapat meminimalkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar di masa mendatang. (*)