Wako Agung Tinjau Jembatan Amblas di Rumbai, Akses Darurat Segera Dibangun

Wako Agung Tinjau Jembatan Amblas di Rumbai, Akses Darurat Segera Dibangun

Beritariau.com, Pekanbaru – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, meninjau langsung kondisi jembatan amblas di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Senin (15/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan akses yang terputus akibat kerusakan jembatan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Riau, Daniel, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru.

Agung menyebut jembatan di Jalan Nelayan merupakan akses utama masyarakat setempat. Karena itu, pemerintah memprioritaskan pembangunan jembatan darurat agar mobilitas warga tetap berjalan.

“Ini merupakan satu-satunya akses masyarakat di kawasan Jalan Nelayan. Karena pembangunan permanen membutuhkan waktu, maka jembatan darurat akan segera dipasang agar aktivitas warga tidak terhenti,” ujarnya.

Menurut Agung, jembatan tersebut dibangun sejak 1995 dan telah berusia lebih dari tiga dekade. Faktor usia konstruksi serta erosi tanah diduga menjadi penyebab terjadinya amblas pada bagian jembatan.

Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah berkoordinasi dengan BWSS III dan Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat pembangunan kembali jembatan secara permanen.

Sebelumnya, permukaan bibir jembatan amblas hingga kedalaman lebih dari satu meter sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Pergerakan tanah di sekitar lokasi mengakibatkan konstruksi jembatan mengalami penurunan.

Berdasarkan informasi warga, sebelum kejadian terdapat kendaraan crane bertonase besar yang melintasi jembatan. Tidak jauh dari lokasi, juga sedang berlangsung pekerjaan pemancangan tiang sungai oleh BWSS III.

Meski demikian, penyebab pasti kerusakan masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut oleh pihak terkait.

Saat ini, pemerintah fokus memastikan akses masyarakat segera pulih melalui pembangunan jembatan darurat yang nantinya dapat dilalui kendaraan secara bergantian.

Langkah cepat tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak gangguan aktivitas warga sekaligus menjaga kelancaran mobilitas di kawasan padat penduduk di Kecamatan Rumbai. (*)