Pemkab dan TP PKK Inhil Gelar Loka Karya B2SA, Dorong Kreativitas Pangan Lokal Bergizi

Beritariau.com, Inhil - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Tim Penggerak PKK terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi pangan sehat dan bergizi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Loka Karya Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang digelar di Hotel Harmoni, Tembilahan, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-61 Kabupaten Inhil itu menyasar Ketua TP PKK Kecamatan dan kader PKK sebagai ujung tombak edukasi pangan sehat di tengah masyarakat.
Bupati Inhil Herman yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya diversifikasi pangan sebagai langkah mewujudkan pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga. Menurutnya, semakin beragam jenis makanan yang dikonsumsi, maka semakin baik pula kualitas gizi yang diterima tubuh.
“Keberagaman pangan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh sesuai kandungan zat gizi yang terdapat pada masing-masing bahan makanan,” ujar Herman.
Ia menjelaskan bahwa tubuh memerlukan berbagai unsur gizi untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi, protein berfungsi membangun dan memperbaiki sel tubuh, sedangkan vitamin dan mineral berperan menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Bupati Herman menilai Kabupaten Inhil memiliki potensi pangan lokal yang melimpah dan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan menu sehat berbasis sumber daya daerah.
Menurutnya, Inhil memiliki berbagai sumber karbohidrat nonberas seperti sagu, jagung, sukun, dan ubi jalar yang dapat menjadi alternatif pangan sehat bagi masyarakat.
Selain itu, daerah yang dikenal kaya sumber daya perairan tersebut juga memiliki beragam sumber protein hewani seperti ikan, udang, dan kerang, serta protein nabati berupa tahu dan tempe yang mudah diperoleh.
“Kita memiliki banyak potensi pangan lokal yang dapat dikreasikan menjadi menu sehat dan bergizi. Ditambah lagi buah dan sayuran yang tumbuh subur di daerah kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Inhil Katerina Susanti menilai masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa makanan sehat identik dengan biaya mahal. Padahal, menurutnya, bahan pangan lokal yang tersedia di daerah dapat diolah menjadi menu sehat dengan biaya terjangkau.
Karena itu, peran kader PKK dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat agar mampu menciptakan menu B2SA yang kreatif, inovatif, dan sesuai kebutuhan keluarga.
“Masyarakat masih menganggap makanan sehat itu mahal, padahal di daerah kita banyak sekali potensi yang bisa dikreasikan. Maka kami membutuhkan peran kader di daerah sebagai unit terkecil yang dekat dengan kehidupan keluarga,” ujar Katerina.
Loka karya tersebut juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Provinsi Riau serta seorang chef asal Pekanbaru yang memberikan materi dan praktik pengolahan pangan berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Inhil berharap kader PKK dapat menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman guna mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas. (*)

