Panen Raya Lele Lanud Roesmin Nurjadin, Satu Ton Protein untuk Ketahanan Pangan

Beritariau.com, Pekanbaru – Di tengah perannya sebagai garda pertahanan udara, Lanud Roesmin Nurjadin menunjukkan kontribusi nyata di sektor pangan. Jumat (12/6/2026), satu ton ikan lele berhasil dipanen dari kolam budidaya yang dikelola personel Lanud di kawasan belakang Kantor Sentral Komunikasi.
Panen raya tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pangkalan militer mampu menghasilkan manfaat yang tidak hanya dirasakan internal satuan, tetapi juga masyarakat sekitar.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengapresiasi kerja keras personel yang secara konsisten mengembangkan budidaya perikanan melalui Peleton Perikanan Kompi Produksi Dinas Teritorial Lanud Rsn. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari dukungan nyata TNI Angkatan Udara terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Lebih kurang satu ton ikan lele yang berhasil dipanen hari ini. Kegiatan ini merupakan salah satu program produktif yang dikelola secara intensif oleh Peleton Perikanan Kompi Produksi Dinas Teritorial di Lanud Rsn,” ujarnya.
Bagi Lanud Rsn, budidaya lele bukan sekadar kegiatan sampingan. Program ini menjadi strategi untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia agar memiliki nilai ekonomi dan sosial yang lebih besar. Hasilnya, kolam-kolam yang dikelola secara berkelanjutan kini mampu menghasilkan panen dalam jumlah signifikan.
Setelah dipanen, ikan lele siap didistribusikan untuk berbagai kebutuhan. Sebagian dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan konsumsi personel, sementara sebagian lainnya disalurkan kepada masyarakat sekitar sebagai sumber protein hewani yang bergizi dan terjangkau.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Lanud Rsn dalam mendukung ketersediaan pangan di daerah. Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, keberadaan program seperti ini dinilai mampu memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan lokal.
Marsma TNI Abdul Haris berharap keberhasilan panen satu ton lele tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai instansi maupun komunitas untuk memanfaatkan lahan yang ada secara produktif.
“Selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal, hasil panen juga dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga ketersediaan sumber protein bagi masyarakat sekitar. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh konkret pemanfaatan lahan produktif bagi instansi lain,” katanya.
Panen raya ini menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari berbagai sektor, termasuk lingkungan militer. Dari kolam-kolam sederhana di sudut pangkalan, Lanud Roesmin Nurjadin membuktikan bahwa kemandirian pangan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan, menghasilkan manfaat yang dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (*)

